JAKARTA, EDUNEWS.ID – Harapan investor untuk melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau pagi ini sirna seketika. Alih-alih bertahan, indeks justru terjun bebas dan “longsor” hingga lebih dari 1 persen dalam waktu kurang dari satu jam perdagangan, Selasa (12/5/2026).
Setelah sempat dibuka manis di level 6.900-an, IHSG terus ditekan aksi jual masif. Berdasarkan data RTI pukul 09.30 WIB, indeks kini terkapar di level 6.826,08. Angka ini menunjukkan pelemahan drastis sebesar 79,54 poin atau anjlok hingga 1,15%.
Sempat Menghijau Sebelum Dibanting
Padahal, pada pukul 09.05 WIB, IHSG masih sempat memberikan angin segar di level 6.914,28. Namun, tekanan pasar tampaknya tak terbendung. Level tertinggi yang sempat dirasakan di 6.977,28 kini terasa sangat jauh setelah indeks menembus level terendah barunya pagi ini.
Kondisi ini mencerminkan kepanikan singkat di pasar, di mana jumlah saham yang berguguran di zona merah jauh mendominasi dibandingkan saham yang bertahan hijau.
Transaksi Tembus Triliunan di Tengah Koreksi
Meskipun indeks sedang “berdarah”, aktivitas perdagangan tetap tercatat sangat tinggi. Nilai transaksi sudah menembus triliunan rupiah dalam waktu singkat, yang menandakan adanya perpindahan aset besar-besaran atau aksi cut loss dari para pelaku pasar untuk menghindari kerugian lebih dalam.
Sentimen negatif ini diduga kuat berkaitan dengan ketidakpastian pasar jelang kebijakan ekonomi terbaru dan dinamika bursa global yang juga sedang bergejolak.
Para analis menyarankan investor ritel untuk tidak panik (panic selling), namun tetap melakukan evaluasi ketat terhadap portofolio, terutama pada saham-saham blue chip yang menjadi pemberat indeks pagi ini.
