News

Pemerintah Izinkan Pasar Buka Setelah Ditemukan 25 Orang Positif Corona

Ilustrasi

PALEMBANG, EDUNEWS.ID – Kasus positif virus corona (Covid-19) di Pasar Kebun Semai Sekip, Palembang, Sumatera Selatan bertambah 19 orang dari sebelumnya 6 orang. Dengan demikian, total 25 orang positif virus corona dari pasar tersebut.

Juru Bicara Dinas Kesehatan Palembang Yudhi Setiawan mengatakan pihaknya melakukan tes terhadap 39 orang yang beraktivitas di pasar tersebut. Namun, hasil tes yang telah keluar baru untuk 25 orang.

“Dari 25 orang ini, 20 orang merupakan pedagang dan lima lainnya petugas pengelola pasar. Sembilan lainnya masih dalam proses pemeriksaan jadi belum keluar hasilnya,” kata Yudhi, Kamis (11/6/2020).

Yudhi mengatakan pihaknya telah meminta pedagang dan petugas pasar itu melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Petugas Puskesmas Kebun Semai akan mengawasi mereka.

Namun, ia mengaku sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk karantina 20 orang itu di Wisma Atlet Palembang.

“Kalau dikarantina di Wisma Atlet tentu pengawasan terhadap mereka pun akan lebih baik, kondisi kesehatannya pun bisa dipantau dari hari ke hari hingga dinyatakan negatif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yudhi menyebut Gugus Tugas Covid-19 Palembang sudah melakukan tes swab terhadap masing-masing anggota keluarga terdekat dari 25 orang tersebut yang dilakukan oleh Puskesmas Kebun Semai.

Meskipun jumlah kasus positif virus corona bertambah, Yudhi mengatakan tak bakal menutup operasional Pasar Kebun Sema. Menurutnya, kegiatan perekonomian warga tidak bisa dihentikan.

“Kalau perlu ada petugas khusus yang mengawasi jual-beli di sana,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Utama PD Pasar Palembang Djaya, Abdul Rizal mengatakan masih membuka pasar meskipun 25 orang sudah terkonfirmasi positif virus corona.

“Pasar sekarang buka seperti biasa, hanya protokol kesehatan yang kami perketat. Sterilisasi sudah kami lakukan, mudah-mudahan aman dan dapat beraktivitas seperti biasa,” tutur Rizal.

Pasar Kebun Semai sempat ditutup usai salah satu pedagang yang berstatus PDP Covid-19 meninggal. Namun, sepekan kemudian pasar kembali dibuka normal dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Yang sakit pedagang tidak diperbolehkan jualan. Masyarakat pun diperiksa setiap masuk pasar. Ada petugas keamanan gabungan gugus tugas yang terdiri dari TNI, Polri, dan Satpol PP berjaga di pasar,” ucap Rizal.

Hingga Kamis (11/9/2020), berdasarkan situs resmi Pemkot Palembang, jumlah kasus positif virus corona di Palembang mencapai 749 kasus. Jumlah tersebut terbanyak dari daerah lain di Sumsel.

 

 

cnn

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top