Kesehatan

Perhatikan! Beda Sakit Kepala Biasa atau Kena Covid-19

JAKARTA, EDUNEWS.ID- Sakit kepala mungkin sering dialami orang-orang. Biasanya, sakit kepala bisa disembuhkan dengan berbaring beberapa saat. Tapi, adanya pandemi ini sakit kepala bisa jadi mendatangkan “sakit kepala” untuk Anda.

Bagaimana tidak, pusing disebut menjadi salah satu gejala Covid-19 yang sering dialami oleh seseorang. Lantas apa beda sakit kepala biasa, dengan sakit kepala terinfeksi Covid-19?

Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menyatakan bahwa memang ada 8-10 persen pasien yang terdiagnosis atau memang sudah confirm positif Covid-19 menderita gangguan kepala atau nyeri kepala. 

“Pada prinsipnya, nyeri kepala ini kita susah membedakannya. Sebab nyeri kepala ini cakupannya luas, tanpa Covid-19 pun, nyeri kepala ini penyebabnya banyak,” terang dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal.

Lebih lanjut dr. Fajri menjelaskan, gejala sakit kepala bisa hanya sekadar pusing-pusing ringan, migrain, sakit kepala rasa tertekan, mulai dari yang gejalanya ringan, sampai yang berat seperti gangguan tumor, keganasan, bahkan hingga penyumbatan di kepala.

“Sehingga diagnostik sakit kepala itu berbeda-beda, bisa ada yang ringan, tapi bisa juga ada yang berat. Tapi perlu dipahami, biasanya sakit kepala sangat spesifik apabila terjadi perburukan. Jarang ada yang sakit kepala saja,” katanya.

Oleh sebab itu pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menentukan penyebab terjadinya sakit kepala. Menurut dr. Fajri, ada beberapa ciri sakit kepala yang bisa menjadi tanda Covid-19.

“Jadi kalau Covid-19 biasanya diawali dengan gejala sakit kepala, demam batuk, gangguan indera penciuman (Anosmia). Kalau hanya indikatornya sakit kepala saja, dokter akan sulit membedakan,” terang dr. Fajri.

Lebih lanjut, dr. Fajri mengatakan seseorang yang sakit kepala dan berobat ke dokter tidak bisa sembarangan diduga terinfeksi Covid-19. Biasanya, ketika kita terpapar Covid-19 sakit kepala akan diiringi dengan gejala lain yang menyertai sepertinya demam, nyeri kepala disertai batuk dan pilek. 

“Contoh kasus yang dipublikasikan oleh jurnal Nejm, seseorang datang dengan keluhan lemas, lelah, kelemahan, dan sakit kepala. Di samping itu ada gejala lain seperti demam, batuk, pilek, mencret, mual, muntah dan sebagainya,” tuntasnya.

sumber : okezone

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top