Politik

Bahas Pemenangan Jokowi, PDIP Datangi Golkar

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Dalam rangka memperkuat komunikasi politik jelang Pilpres 2019, Sekjend PDIP, mendatangi DPP Partai Golkar dalam rangka Konsolidasi Politik sesama partai pendukung Pemerintah. Pertemuan kedua partai koalisi pemerintah tersebut bertujuan untuk membahas isu-isu strategis, diantaranya mengusung kembali Joko Widodo sebagai Capres untuk periode kedua pada 2019-2024.

“Salah satu agenda pertemuan yakni membahas Pilpres 2019 yang mana kita ketahui, Golkar dan PDIP telah mengusung Jokowi sebagai calon presiden,” ujar Ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, di Kantor DPP Golkar, Jl. Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (20/3/2018).

Airlangga menilai, dalam konteks perundang-undangan, di Indonesia tidak dikenal istilah cuti, saat presiden mencalonkan diri sebagai capres maupun kampanye. Karena menurutnya, presiden merupakan lambang negara, diangkat dan dilantik oleh MPR yang merupakan salah satu lembaga tinggi negara.

Sehingga peraturan dibawahnya itu perlu menyesuaikan. “Peraturan mengenai cuti presiden saat kampanye itu harus disesuaikan,” kata Airlangga. Menteri Perindustrian itu pun menuturkan, pertemuan tersebut turut membahas program-program pembangunan jangka panjang.

Dan kedua partai sepakat untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan UUD NRI pasca empat (4) kali dilakukan amandemen. Dan UUD NRI juga menjadi acuan dalam penyelenggaraan pemilu.

Apalagi, Presiden Jokowi juga berencana membuat platform yang sifatnya jangka menengah pada periode kedua kepemimpinannya. Sehingga kedua partai bertekad untuk memperkuat konsolidasi pemenangan agar Jokowi kembali memimpin dan menuntaskan program Nawacitanya.

Rumuskan Cawapres Dalam pertemuan tertutup itu, Sekjend PDIP, Hasto Kristiyanto didampingi Ahmad Basarah, dan beberapa Ketua DPP PDIP seperti Idham Samawi, Andreas Hugo Pareira serta Ketua DPP Korbid HAM Golkar Komarudin Watubun.

Sementara itu, Sekjend PDIP menyebut nama Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai nama yang layak merumuskan siapa calon pendamping Jokowi yang maju sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019. Perumusan itu juga melibatkan para ketua partai pendukung Jokowi.

“Nanti setelah pemilu (Pilkada) serentak, itu merupakan momentum yang terbaik untuk Jokowi dan JK sebagai satu kesatuan pemimpin nasional, bersama para ketua umum partai untuk membicarakan hal yang terbaik bagi bangsa dan negara,” kata Hasto. Namun, hingga kini, Hasto mengatakan partainya masih mencari siapa sosok yang dinilai layak mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

To Top