Politik

Banyak Pengikut, Pengamat : Wajar Rizieq Ditemui Prabowo-Amien

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais saat melaksanakan ibadah umrah di Makkah. Mereka disebut-sebut bertemu secara tidak sengaja dan langsung membicarakan seputar kemaslahatan umat.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai wajar bila Prabowo dan Amien Rais memanfaatkan waktunya saat di Makkah untuk menemui Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

“Sayang jika mereka di Makkah tidak bertemu dengan Habib Rizieq Shihab,” jelas Ujang, Ahad (3/6/2018).

Menurut Ujang, meskipun Habib Rizieq merupakan sosok yang kontroversial, tetap akan dipertimbangkan oleh Prabowo maupun Amien Rais dalam Pilpres 2019 mendatang. Hal ini karena Rizieq Shihab memiliki banyak pengikut yang potensial mengeruk suara pada Pilpres 2019 mendatang.

“Bagaimanapun HRS masih memiliki pengikut yang banyak di Tanah Air. Pengaruh HRS masih besar di sebagian kalangan umat Islam,” ucap Ujang.

Terkait banyak pihak yang menyindir ibadah umrah yang dilakukan Prabowo dan Amien Rais penuh dengan kepentingan politik, menurut Ujang hal tersebut memang tak bisa dijauhi keduanya sebagai tokoh politik. Apalagi, keduanya kerap mengkritisi pemerintahan saat ini.

“Jika mereka melakukan umrah dan berdoa di depan kakbah untuk kebaikan bangsa ‘is oke-oke saja’. Mungkin karena mereka tokoh oposisi jadi pemberintaannya menarik,” kata Ujang.

Humas Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin dalam keterangan tertulisnya mengatakan pertemuan banyak membicarakan berbagai persoalan bangsa. Salah satu topik yang dibicarakan yakni masalah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Rizieq, lanjut Novel meminta PAN dan Gerindra segera membentuk koalisi bersama PKS dan PBB di Pilpres 2019.

“Lebih khusus HRS (Habib Rizieq Shihab) mengharap dan meminta kepada Gerindra dan PAN untuk segera merealisasikan keinginan umat untuk segera deklarasi terbuka koalisi Gerindra, PAN, PKS, PBB dalam waktu dekat, serta membuka pintu juga kepada partai lain terutama yang berbasis masaa Islam,” kata Novel.

To Top