Politik

Pilpres 2019 Diprediksi masih Diwarnai Isu SARA

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN), Yasin Mohammad, memprediksi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan hoax atau berita bohong masih akan mewarnai Pemilihan Presiden 2019.

“Isu yang dimainkan pada Pemilu Presiden 2019 tidak berbeda dengan pilkada. Isu SARA dan hoax masih akan menjadi konsumsi publik,” kata Yasin.

Menurut dia, hal itu sebagai konsekuensi dari fase digital politik yang sedang terjadi di Indonesia. Saat ini, masyarakat lebih mudah terhubung dengan perangkat komunikasi tanpa bisa menyaring setiap informasi yang masuk.

Pengajar di beberapa perguruan tinggi ini menambahkan, fakta tersebut harus menjadi perhatian Jokowi. Sebagai petahana, Jokowi diprediksi bakal menjadi sasaran empuk dua serangan tersebut.

Sebelumnya, Pengamat politik Universitas Padjadjaran, Muradi, mengatakan isu soal penganiayaan ulama oleh orang gila yang terjadi di Jawa Barat bisa jadi hanyalah by design yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya isu liar dalam pilkada serentak di Jawa Barat. Buktinya, isu tersebut hanya sebatas heboh di media sosial alias belum merambah pada aspek lain. “Isu soal orang gila menyerang ulama baru sampai di level media sosial,” katanya.

To Top