Politik

Surya Paloh Sindir Tokoh yang Berambisi jadi Pemimpin

 

 

KENDARI, EDUNEWS.ID – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bersilaturahmi dengan sejumlah ulama dan tokoh se-Sulawesi Tenggara dalam safari politiknya di Sulawesi.

Dalam pidatonya, Surya Paloh sempat menyindir sejumlah tokoh partai politik yang terlalu berambisi menjadi pemimpin, namun tidak memperhatikan kondisi moral bangsa. Oleh karena itu, NasDem, kata Surya, menjauhkan sifat mengejar jabatan.

“Di negeri ini semua ingin menjadi pemimpin, sedikit yang dipimpin. Ambisi yang wajar bagus. Tapi kalau tidak berkaca, kita mengahadapi demoralisasi,” ujar Surya Paloh di hotel Grand Clarion, Kendari, Sulawesi Tenggara, Ahad (25/3/2018).

Di hadapan para ulama se-Sulawesi Tenggara, Surya juga mengatakan sebagai ketua umum partai, ia tidak mengincar suatu jabatan tertentu di pemerintahan.

“Tidak maksud mendramatisir, sisa usia hidup saya bisa jadikan sesuatu. Saya ingin buktikan sebagai ketua umum partai tidak ingin jabatan struktural (di pemerintahan). Mengajak Bapak, Ibu memulai hal baik membawa kebaikan,” sambungnya.

Surya mengingatkan bahwa persatuan lebih utama bagi bangsa Indonesia dari pada jabatan di pemerintahan baik menteri atau menawarkan diri sebagai calon wakil presiden.

“Lebih berarti daripada menyalahkan kelompok lain, partai satu melawan partai lain. Bersatulah kita Indonesia hebat. Kita bukan generasi egois. Persiapan masa depan harus kita lakukan untuk anak cucu kita kedepan,” imbuhnya.

Selain itu, Surya juga menyoroti soal krisis moral di Indonesia. Mulai dari sejumlah kasus kriminal dari kasus pembunuhan hingga peredaran narkoba semakin meluas.

“Potret sosial kita belum positif. Indonesia mengalami demoralisasi, kita harus mampu mengatasi demoraliasi, (seperti kasus) ibu bunuh anak. Dekadensi, berapa besar pengaruh narkoba,” lanjut Surya.

To Top