Nasional

Survei LSJ Ungkap Prabowo Capres Favorit Generasi Digital Natives

Prabowo Subianto

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Lembaga Survei Jakarta (LSJ) menyatakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menjadi calon presiden yang bakal dipilih oleh generasi digital natives jika Pilpres diadakan hari ini.

Berdasar hasil survei, Prabowo dipilih oleh 24,9 persen responden. Jumlah ini mengungguli Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mendapat 20,6 persen dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 12,4 persen.

“Sebanyak 24,9 persen generasi digital natives mengaku akan memilih Prabowo Subianto jika Pilpres dilaksanakan hari ini,” kata Peneliti Senior LSJ Fetra Ardianto dalam rilis daring, Kamis (19/5/2022).

Secara rinci, Fetra menjabarkan definisi generasi digital natives sebagai generasi yang lahir berdampingan dengan teknologi informasi (generasi di bawah 35 tahun).

Berdasarkan data BPS 2021, proporsi generasi ini mencapai 43 persen dari total populasi Indonesia dan sebagian besar dari mereka akan menjadi pemilih pemula (first-time voters) dalam Pemilu 2024 nanti.

“Mereka adalah orang-orang yang sangat aktif berselancar di internet mencari berbagai informasi, termasuk informasi tentang capres. Sebab itu generasi digital natives ini sangat seksi perannya dalam Pemilu 2024 sehingga menjadi rebutan dan bidikan utama para capres,” ujar Fetra.

Meski demikian, ia mengatakan sebagian besar generasi digital natives masih mungkin untuk berubah pilihan.

Fetra menyebut fenomena Prabowo mengungguli Anies dan Ganjar di kalangan digital natives adalah temuan anomali. Menurutnya, Anies dan Ganjar merupakan salah satu politikus yang aktif di media sosial.

Ia menilai Prabowo mampu mengungguli Anies dan Ganjar karena menteri pertahanan tersebut jarang berpolemik di media sosial ataupun di tengah politik nasional belakangan ini.

“Prabowo dipersepsikan tidak ambisius menjadi presiden, berbeda dengan Ganjar dan Anies yang sangat aktif bersolek di medsos sebagai capres. [Ini] justru diapresiasi para netizen yang mayoritas merupakan anak-anak digital natives,” ujarnya.

Fetra melihat pendukung Ganjar dan Anies yang aktif dan provokatif di medsos justru dikhawatirkan oleh generasi digital natives menciptakan polarisasi politik seperti Pemilu 2019 lalu.

Menurutnya, generasi digital natives merupakan kelompok generasi yang “melek internet” dan memiliki banyak preferensi informasi dan membuat mereka berhati-hati dalam menjatuhkan pilihan.

“Generasi digital natives adalah mereka yang berfikir rasional sehingga pilihannya terhadap capres juga lebih bersifat rasional daripada emosional,” katanya.

LSJ melakukan penarikan sampel secara purposif dengan klasifikasi responden berusia 15-34 tahun (generasi digital natives).

Sementara, proses penentuan jumlah responden menggunakan metode lemeshow, diperoleh 1225 sampel dengan margin of error +/- 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sedangkan, pengumpulan data dilakukan melalui teknik tatap muka dengan pedoman kuesioner (int/cnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top