Puisi

Puisi: Pemimpin Kita

Oleh : Rakyat Biasa

Pelawak kau undang ke istana

Kau hormati dengan menjamu mereka

Kau nikmati kata-kata mereka

Sampai kau tertawa-tawa

Nasrani pembakar masjid di Tolikara

Sengaja kau undang ke istana

Kau perhatikan mereka

Kau turuti apa yang mereka kata

Para ulama, habaib dan jutaan umat Islam denganmu ingin bertatap muka

Tapi kau sengaja meninggalkan istana

Kau tak sudi berjumpa dan menyapa

Menurutmu siapa yang mulia di antara mereka bertiga?

Para ulama, habaib dan umatnya salah apa?

Hingga kau sambut dengan tembakan peluru karet dan gas air mata

Sepeda motor-sepeda motor polisi meraung-raung memutari dan menabrak mereka

Hanya takbir dan sholawat “perlawanan” mereka

Banyak dari mereka yang pingsan dan terluka

Tak ketinggalan juga para ulama

Bahkan melayang satu jiwa

Hati siapa yang tak terluka?

Darimu tak ada satupun kata

Bantuan dan sumbangan juga tiada

Sebagai tanda bela sungkawa

Tapi kau malah sibuk mencari kambing hitamnya

Para ulama itu di sisi Allah mulia

Karena mereka orang-orang yang bertaqwa

Mestinya kau beradab kepada mereka

Mestinya kau muliakan mereka

Dengan mereka mestinya kau menyatukan hati dan satu kata

Tuk ikut membela Al-Qur’an dan agama

Sebagai bukti cinta

Serta menyelamatkan bangsa dan negara

Jika kau tak lakukan itu semua

Maka inilah akibatnya

Bangsa dan negara ini bisa binasa

Itu sesuai dengan peringatan dari Nabi kita

Kau sendiri pun mungkin bisa jatuh dari tahta

Tapi yang pasti Allah membuatmu terhina

Itulah adzab yang Allah timpakan di dunia

Lebih pedih lagi adzab kelak di akhirat sana

Sekarang bukan waktunya menyalahkan siapa-siapa

Sekarang masih ada masa

Bertindaklah segera!

Tangkap dan hukum si penista agama!

Dari warga negara biasa

Yang mencintai agama, bangsa dan negara

To Top