Puisi

Puisi-Puis Rois Hoiron

 

#1

Sang Pengembara Hati

 

Tumbukan rasa cinta-mu tak terbendung

Lantas kedua makhluk saling jatuh cinta

Hidup-mu terlalu basah dengan cinta

Wahai pemuda…

 

Luluh hati mu tercermin pelangi rentan

Sejenak percikan gemerisik hujan layung

Mereda sirna cahaya surya terbenam

Indahnya ruang dalam waktu

 

Apalah daya hati tak rela

Melihat kau terselimuti keluh sendu

Hari berlalu ku lihat kau sendiri

Ku duduk disampingmu

 

Terungkap cerita rasa menderu jiwaku

Padamu, Hati kecewa tanpa ragu

Ku tak berkutik di buat kepayang

 

Terlihat hatimu berkata hal yang sama

Indahnya…

 

18 November 2016

 

 

#2

Akhiri Semua Karena Kenyataan

 

Menahun sudah sarang cintaku

Terhimpit rasanya melihat masa indah

Secerca harapan sirna semua

Malaikatpun tahu, harapan adalah masalah

 

Lunglai hati ini

Tergores janji manis berujung sadis

Ter-awali indah hari

Ter-henti kenistaan

 

Tersungkur terpojokan di lorong ruang

Membuat jera tak terelakan

Hai kau yang ku kagumi

Enyah-lah kau dari kehidupanku

 

Hilanglah Kepilu-piluan…

 

18 November 2016

 

 

#3

Hujan

[Parau waktu telak tersapu masa]

 

Buku Ini saya persembahkan

untuk orang-orang yang pernah dilukai,

hingga susah melupakan.

Untuk orang-orang yang pernah

mencintai, tapi berujung

penghianatan. Juga yang pernah

mengkhianati, sadari semua

bukanlah sandiwara cinta adalah

hidup dan cinta tak menyukai

arti perpisahan.

 

Katakan pada masa lalu:

Sepanjang apapun waktu cobalah

untuk melakukan semua hal

dengan keihklasan hati. Ikhlas

adalah obat terakhir yang

menyembuhkan penyakit hati.

 

18 November 2016

 

 

Rois Hoiron. Mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta.

To Top