DAERAH

Anggota DPRD Makassar Mangkir dari Panggilan Polda, Kopel : Kesan Jelek Bagi Konstituen

 

MAKASSAR, EDUNEWS.ID-Polisi Daerah Sulawesi Selatan kembali melakukan panggilan kedua kepada salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Rahman Pina (RP). 

Namun, panggilan oleh Polda Sulsel tersebut oleh Rahman kembali tak dipenuhi.

Menanggapi hal tersebut, Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel, Herman mengatakan ada baiknya jika Rahman Pina memenuhi panggilan itu.

“Kalau tidak dipenuhi kesannya akan jelek. Sebagai wakil rakyat kalau Polisi panggil paksa untuk kasus ini,” ungkap Herman Jum’at (22/6/2018).

Apalagi, kata Herman, kasus tersebut merupakan kasus korupsi. 

Menurutnya, semua harus welcome untuk hal-hal seperti itu. Seorang wakil rakyat perlu memberi informasi kepada penegak hukum.

“Tentu terkait apa yang dia tau untuk kasus yang sedang disidik Polda,” bebernya.

Herman menambahkan , Rahman Pinna harus punya niat baik menyikapi persoalan tersebut. Kalau Polda akan menjemput paksa, kesannya jelek di mata konstituen. 

“Tapi kalau memang main-main tidak memenuhi panggilan, maka memang perlu “diseret”,” tambahnya lagi.

Diketahui, Anggota DPRD Makassar, Rahman Pina akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi potongan anggaran dana 30% sosialisasi penyuluhan lingkup SKPD dan Kecamatan.

To Top