DAERAH

Efektifkah Program Makassar Recover ? Begini kata Sosiolog UNM

Sosiolog Muda Universitas Negeri Makassar (UNM), Sofyan Tamrin.

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Program Makassar Recover (MR) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menekan angka penularan virus corona, mendapat tanggapan dari sejumlah pihak, salah satunya, Sosiolog Muda Universitas Negeri Makassar (UNM), Sofyan Tamrin.

Ia menilai, program tersebut memiliki nama yang milenial, akan tetapi tidak menjamin berhasil menekan angka penyebaran Covid 19, tergantung pelaksanaan di lapangan.

“Secara terminologi nama programnya keren tapi kan itu tidak mengubah apa-apa tergantung muatan dan implementasinya,” katanya, saat dihubungi wartawan edunews.id, Rabu (16/06/2021).

“Juga perlu diketahui bahwa istilah itu, secara sosial, terkait tingkat penerimaan masyarakat,” tambahnya.

Diketahui, sejumlah tempat, seperti, Pantai Losari, acara pernikahan,  swalayan, hingga Warung Kopi (Warkop), telah dilakukan penertiban oleh Satuan Tugas (Satgas) Pengurai Kerumunan (Raika) dalam rangkaian program Makassar Recover.

Lanjut Sofian, pemahaman program Makassar Recover, yang juga akrab disapa MR, itu tergantung pada Sosialisasi kepada masyarakat.

“Apakah Basis pengetahuan masyarakat cukup bersahabat dengan istilah itu,” ujarnya.

Ia menganggap, salah satu faktor keberhasilan Makassar Recover, itu tergantung pada kesadaran masyarakat dalam bekerjasama pemerintah dalam memberantas Covid 19.

“Jika tidak, itu bisa menimbulkan hambatan tertentu, toh realisasi bisa maksimal jika masyarakat kooperatif,” pungkasnya.

Kebijakan Program Makassar Recover itu, mempunyai 3 sub bagian, diantaranya Imunitas kesehatan, Adaptasi Sosial, dan Pemulihan ekonomi.

 

(tas)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top