DAERAH

Maraknya Praktik Perdukunan Sebabkan Tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak di Kalbar

ILUSTRASI

 

 

PONTIANAK, EDUNEWS.ID – Kalimantan Barat masih menjadi salah satu provinsi yang dengan tingkat kematian ibu dan anak masih sangat tinggi, khususnya di wilayah pedalaman dan terpencil. Berdasarkan survei Demografi dan Kesehatan Indonesia, posisi Kalbar berada pada 31 per seribu kelahiran hidup. Sedangkan lima tahun sebelumnya, itu sekitar 40-an per seribu kelahiran hidup.

“Angka ini masih sangat tinggi. Tentu, ini menjadi PR besar bagi pemerintah Kalbar ke depan, untuk bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” ujar calon Gubernur Kalimantan Barat Nomor Urut 2, Karolin Margret Natasa, sembari mengingatkan agar masyarakat yang ada di daerah pedalaman untuk melakukan proses persalinan dengan bidan, untuk mencegah kematian ibu dan bayi, Kamis (22/3/2018).

Menurutnya, hingga saat ini, khususnya untuk daerah pedalaman dan terpencil, masih banyak masyarakat yang melakukan proses persalinan dengan dukun beranak. “Hal ini tentu menyebabkan risiko yang tinggi untuk kematian ibu dan bayi,” kata Karolin.

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kalbar, selain masih banyak masyarakat yang menggunakan tenaga dukun untuk melahirkan, kondisi infrastruktur, kondisi geografis yang jauh dan minimnya fasilitas kesehatan juga menjadi penyebab hal itu.

Karolin menambahkan, saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan kemitraan dukun beranak dan bidan, sehingga bagi dukun beranak yang akan menangani kelahiran, harus didampingi oleh bidan.

“Ke depan, jika masyarakat Kalbar mempercayakan kami untuk memimpin Kalbar, hal ini akan menjadi salah satu program, pioritas kami, dimana kita akan memaksimalkan layanan kesehatan yang ada untuk mencegah semakin tingginya angka kematian ibu dan bayi tersebut,” katanya.

Mantan anggota Komisi IX DPR itu menambahkan, persoalan kesehatan serta minimnya sarana penunjang kesehatan di wilayah pedesaan sudah menjadi sorotan serius bagi dirinya sejak menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode, serta berbagai program kesehatan telah dicanangkannya untuk masyarakat Kalimantan Barat.

To Top