DAERAH

Masa Reses, Warga Butur Keluhkan Sekolah dan Jalan Rusak ke Josri

BUTUR, EDUNEWS.ID-ejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara (Butur) melakukan Reses di daerah pemilihan masing-masing. Hal ini digelar guna tindak lanjut masa sidang II tahun sidang 2020.

Reses ini berlangsung selama enam hari, tertanggal sejak hingga 14 Juni 2020.

Ketua Komisi III DPRD Butur, Josri, S.IP melakukan Reses di daerah pemilihan I (satu) tepatnya di Desa Pongkowulu Kec. Kambowa.

Dijelaskannya, reses kali ini adalah Reses Masa Sidang II tahun sidang 2020. Tujuannya untuk menjaring, mendengar dan menyerap aspirasi serta keluhan masyarakat.

“Jadi semua aspirasi dan kebutuhan masyarakat agar disampaikan. Jangan malu-malu, program-program apa yang perlu dibantu agar diusulkan lewat pertemuan ini”, jelas Josri dalam sambutannya di Balai Desa Pongkowulu, Rabu(10/6/2020).

Selanjutnya, pertemuan Reses masa sidang II tahun sidang 2020 di Desa Pongkowulu tersebut dilanjutkan sesi dialog, diskusi dan tanya jawab.

Salah satu warga, Rasni mengeluhkan soal pengelolaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap (Satap) di Desa Pongkowulu Kec. Kambowa dan jalan rusak pendakian didepan SMP Satap.

“Sudah dua tahun tidak ada rapat komite, buku tidak lengkap, kadang masuk kadang tidak dan pengelolaan sekolah tidak maksimal. Untuk jalan depan SMP Satap sering terjadi kecelkaan kalau bisa tolong diperbaiki”, keluh Rasni.

Senada dengan itu, Adlan tokoh pemuda Desa Pongkowulu juga mengeluhkan soal jalan rusak yang sering dilewati oleh masyarakat dalam mencari nafkah.

“Jalan tani atau jalan lingkungan yang sering dilewati masyarakat untuk menyambung hidup kalau bisa diperbaiki atau ditingkatkan karena jalan tersebut sudah rusak parah”, keluhnya.

Sementara itu, Ketua Mahasiwa Pongkowulu, Herfin Jayanto menyampaikan soal pemerataan pembangunan, pelayanan kesehatan di Puskesmas dan ketersediaan air bersih.

“Pemerataan pembangunan ini sangat urgen untuk wilayah dapil satu. Jangan ada pilih kasih pembangunan dengan wilayah-wilayah lain. Termasuk pelayanan kesehatan di Puskesmas dan ketersediaan air bersih sangat prioritas di Desa Pongkowulu”, ulasnya.

Menanggapi keluhan masyarakat Desa Pongkowulu, Ketua Fraksi PAN DPRD Butur ini juga berjanji akan menindak lanjuti aspirasi dan keluhan masyarakat.

“Ini sudah tanggungjawab moril dan politis kami yang selanjutnya aspirasi dan keluhan masyarakat tersebut akan disampaikan dan dibahas dalam sidang DPRD untuk kemudian diteruskan kepada pemerintah daerah sebagai eksekutor,” jelasnya.

Ditambahkannya, apa yang disampaikan masyarakat dalam reses ini akan menjadi acuan dan dasar untuk disuarakan dalam pembahasan nanti dengan mempertimbangkan skala prioritas.

Selain itu, Josri juga berharap agar adik-adik mahasiwa bersama Pemerintah Desa memfasilitasi masyarak untuk melayangkan surat secara resmi kepada DPRD Kab. Butur terkait keluhan yang sangat prioritas utamanya persoalan SMP Satap.

“Saya turut prihatin. Saya harap adik-adik Mahasiswa dan Pemerintah Desa untuk segera bersurat agar selesai masa reses ini saya panggil pihak Dinas Pendidikan untuk di hearing. Kita cari solusinya, kasihan kalau sekolah ditutup”, terangnya.

Untuk diketahui, reses masa sidang II tahun sidang 2020 tersebut turut dilibatkan Camat Kec Kambowa, Kepala Desa Pongkowulu, perangkat Desa, BPD, Karang Taruna, Lembaga Adat, Organisasi Mahasiswa dan sejumlah masyarakat Desa Pongkowulu. (rls)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top