Kampus

Mahasiswa Diajak Hindari Plagiarisme dan Bangga Karya Sendiri

Gedung Universitas Atma Jaya Yogyakarta

YOGYAKARTA, EDUNEWS.ID – Menjaga integritas kerat dikaitkan dengan perilaku anti korupsi. Padahal, persoalan integritas lebih besar dari itu. Berdasarkan definisinya, integritas adalah satunya pikiran, perkataan, dan perbuatan (Agung, 2007, h. 31). Kaum muda khususnya mahasiswa memiliki peran strategis dalam usaha pengembangan sikap berintegritas. Salah satu isu integritas yang erat dengan mahasiswa adalah plagiarisme.

Sebuah survei kepada 1055 mahasiswa menunjukkan fakta bahwa dalam 10 tahun terakhir, 55% di antaranya melakukan tindakan plagiasi. Fakta tersebut menunjukkan pentingnya menaruh perhatian pada upaya pencegahan plagiarisme.

Penulis dan kolumnis ulung, St Kartono mengungkapkan bahwa menulis itu kaitannya dengan membaca. Ketika sangat miskin dengan membaca, sangat miskin dengan kosa kata, maka dalam hal menulis juga punya keterbatasan lalu cenderung akan melakukan plagiasi, akan mengambil begitu saja karya orang lain dengan begitu gampang.

“Faktor teknologi itu netral, tetapi keinginan untuk ambil mudah itu sebenarnya yang menjadi pendorong utama kenapa seseorang melakukan itu (palgiarisme). Perangkat pendidikan yaitu para dosen mestinya juga lebih cerewet, lebih cermat dengan karya mahasiswa sehingga mereka akan terbantu untuk disiplin lalu terbantu untuk membangun kepercayaan diri dengan membuat tulisan yang orisinal,” katanya.

Demi mendukung upaya anti plagiarisme tersebut, tim “Worthy” yang terdiri dari Tika, Clara, Intan, Deta, dan Niko dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) sebagai salah satu finalis Festival Integritas Kampus 2016, bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan kampanye sosial mengusung gerakan anti plagiarisme bertemakan “Proud to be Me!”.

Ada 2 kompetisi yang diikuti seluruh mahasiswa perguruan tinggi di Yogyakarta dalam kampanye ini yaitu I’Gen Instagram Contest dan I’Gen Writing Contest. Babak final kompetisi dan puncak kampanye sosial akan diadakan dalam sebuah acara bertajuk “Integrity Generation Day” atauI’Gen Day yang diselenggarakan di Loops Station, Kilometer Nol Yogyakarta pada 6 November 2016.

Babak final kompetisi I’Gen Writing Contest akan dikemas dengan menarik karena mewajibkan peserta melakukan observasi langsung di daerah Malioboro dan kembali menulis dengan topik yang telah ditentukan.

Sebelumnya, finalis dan peserta akan terlebih dahulu mengikuti diskusi mahasiswa bertema “Plagiarisme: Pelanggaran Etika Akademik”. Diskusi akan menghadirkan penulis dan kolumnis ulung, St Kartono dan Dr V Henry Soelistyo Budi SH LLM, akademisi dan penulis buku “Plagiarisme: Pelanggaran Hak Cipta dan Etika”.

Kedua pembicara diyakini akan memberikan gambaran dan pengetahuan baru kepada peserta mengenai plagiarisme dan cara menghindarinya. Acara kemudian akan ditutup dengan pengumuman pemenang dan pemberian hadiah kepada juara kompetisi I’Gen Writing Contestdan I’Gen Instagram Contest.

 

[BeritaSatu]

To Top