Pendidikan

GPII Sukses Adakan Pelatihan Paralegal Aktivis

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia ( PP GPII) sukses mengadakan pelatihan paralegal untuk aktivis. Acara yang dimulai Jum’at (27/1/2017) ditutup hari ini (28/1/2017) ba’da Maghrib.

Ketua Panitia Pelaksana, Dedi HS mengatakan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan tersebut sebanyak 25 orang. Dedi menambahkan bahwasannya akan ada follow up yang dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

Peserta Pelatihan Paralegal Aktivis Foto Bersama Usai Kegiatan

“Dengan materi tambahan. Mari kita doakan setiap orang yang mensupport acara ini, baik secara moril maupun materil,” katanya usai penutupan pelatihan tersebut di Markas GPII, Jalan Menteng Raya Nomor 58.

Salah satu peserta, Zikrillah menuturkan pelatihan paralegal tersebut diharapkan mampu membangkitkan gairah perjuangan aktivis. Hukum jangan dijadikan alat untuk membungka. gerakan aktivis. Oleh karena itu aktivis harus mengerti tentang hukum.

Ketua Umum PP GPII, Karman BM (Kiri) Saat Memberikan Kenang-kenangan untuk Peserta Pelatihan Paralegal Aktivis

“Oleh karena itu aktivis wajib mengerti tentang hukum agar tidak dibodohi oleh penegak hukum. Aktivis selalu ditakuti oleh para penegak hukum di karenakan tidak paham dan mengerti hukum. Pelatihan paralegal yang telah berjalan mampu membangkitkan gairah perjuangan aktivis dalam rangka melawan kezholiman para penguasa,” kata Zikri yang juga merupakan aktivis Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) ini.

Menyambung perkataan Zikri, Aktivis Serikat Pekerja (ASPEK) Bekasi, Indrawan berharap agar pelatihan paralegal bisa terus dilakukan untuk menjalin silaturahim demi mengupgrade wawasan mengenai sistem perundang-undangan di Indonesia.

“Fenomena hari ini, para aktivis ketika menyuarakan aspirasinya perihal isu-isu kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat selalu dibenturkan dengan aksi kriminalisasi sehingga banyak aktivis-aktivis terutama kami yang bergerak di perburuhan sering ditangkap dengan isu melawan kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan salah seorang fungsionaris Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Kurniadi Nur. Kurniadi menerangkan aktivis harus memahami masalah-masalah penting dalam negara, baik penegaka hulim dama bertugas maupun kesadaran hukum.

“Kriminalisasi dan disfungsi atau penyalahgunaan wewenang oleh aparat penegak hukum harusnya menjadi evaluasi mendalam terhadap pemerintahan sekarang ini,” katanya.

Pelatihan paralegal ini merupakan tanggung jawab moral sebagai aktivis dalam mengawal dan melawan segala bentuk kesewenang-wenangan penegak hukum dengan berdasar pada aturan perundang-undangan yang berlaku.

Acara tersebut ditutup langsung oleh Ketua Umum PP GPII, Karman BM.

To Top