SEKOLAH

Tiga Sekolah Negeri di Batam Masih Menumpang

 

 

 

BATAM, EDUNEWS.ID – Sejumlah sekolah negeri di Kota Batam, Kepulauan Riau, belum memiliki gedung sendiri alias menumpang untuk melakukan proses belajar mengajar hingga hari ini. Sedikitnya ada tiga sekolah di Batam masih menghadapi permasalahan ini. Ketiga sekolah tersebut adalah SDN 008 Batuaji, SMPN 56 Sekupang, dan SMPN 57 Sekupang.

“Selama beberapa tahu terakhir ini, ketiga sekolah tersebut menjalankan proses belajar mengajar dengan menumpang atau belum memiliki bangunan sekolah sendiri,” kata anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Riky Indrakari, Kamis (1/3/2018).

SDN 008 misalnya, sudah empat tahun menumpang di SDN 002 Batu Aji. SDN 08 memimjam tiga ruang kelas di SDN 02 Batuaji. Dua lokal dijadikan kelas dan satunya lagi dijadikan majelis guru. Proses belajar dilakukan tiga shift.

Sementara SMP 56 Sekupang masih menumpang di SDN 010 Tiban Kampung, dan SMPN 57 menumpang di SDN 03 Patam Lestari.

“Dari informasi Disdik (Dinas Pendidikan) Batam, SMP 56 dan 57 sudah selesai prosesnya. Dan sudah dianggarkan di tahun ini. Baik SMPN 56 dan 57 dianggarkan Rp 4,3 Miliar. Pembangunannya dilakukan secara bertahap,” terang Riky.

Dia juga berharap agar anggaran yang sudah ini segera direalisasikan untuk pembangunan sekolah. “Jangan sampai kena rasionalisasi lagi. Apalagi kedua sekolah ini sudah dua tahun tak punya bangunan dan menumpang di SD,” terang dia.

Hanya saja yang jadi persoalan lahan SDN 008. DPRD sudah mengusulkan agar lahan belakang kantor Lurah Buliang, tepatnya berbatasan dengan RT 06 RT 07 RW 22, Puri Buana Indah.

Lahan ini dinilai cocok, karena berdekatan dengan SD 02. Lahan ini awalnya diperuntukan untuk kantor lurah. Sementara kantor lurah Buliang sudah punya bangunan. “PL-nya sudah ada. Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan,” tuturnya.

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Bobi Aleksander Siregar menyebutkan, perencanaan pembangunan sekolah oleh disdik harus matang. Jangan lagi ketika sekolah dibangun tapi lahannya tidak ada.

Banyaknya sekolah menumpang di Batam saat ini, kata Bobi, tidak lepas dari perencanaan amburadul tersebut, sehingga yang dikorbankan adalah siswanya. “Artinya disdik jangan nekat. Ada usulan masyarakat, sekolah dibangun, sementara lahannya belum jelas,” sesalnya.

Menurut dia, selama ini disdik hanya menerima bersih saja. Baru ketika ada permasalahan seperti ini menjadi pusing mencari lahan sekolah. Harusnya di pertegas dulu lahan itu, baru direkomendasikan. Kalau sekarang kan terbalik. Direkomendasikan dulu untuk membangun sekolah, dimana lahannya bisa belakangan,” jelas Bobi.

To Top