Inspirasi

Seorang Ibu Seperti Kristal Cemerlang Berwarna Cinta

Oleh: Muh. Khairul Anas*

INSPIRASI, EDUNEWS.ID – Keluarga merupakan pilar pendidikan yang pertama dan terutama. Saat kita mulai bergegas dan bertugas diluar sana, perasaan yang dibawa adalah panutan dari pancaran do’a Ibu.

Sudahkah kita Membayangkan siapa yang mengajari A,B,C,1,2,3. Ibulah yang memberi itu semua lewat cinta kasih, lewat sayang, lewat tangan-tangan halus mereka ke tangan-tangan kita semua disaat belia. Hari ini semua didikan itu menghasilkan. Menghasilkan kesejahteraan, menghasilkan kebahagiaan.

Disaat saya duduk di sebuah ruang terbuka menghadap ke halaman depan rumah yang dipancari oleh sinar matahari pagi, saat anak-anak berseragam sekolah menjajaki jalan dengan rasa riang gembira. Akar dari rasa itu tumbuhnya dari keluarga, dari orang tua, dan dari ibu sehingga terciptanya perasaan itu.

Saat sore saya merenungkan kembali dan makin percaya tentang peran keluarga serta orang tua, dan ibu itulah simbolnya. Saya makin yakin bahwa bisa saja para pejabat, para pemimpin dan pemikir berdiskusi konsep-konsep besar tentang bangsa beserta kemajuannya, namun sesungguhnya dari keluargalah bangsa ini bergerak. Lebih jauh lagi, di dalam keluarga itu ada seorang penjaga, penggerak dan inspirasi, yaitu Ibu.

Saya kembali membayangkan Saat bersama keluarga di rumah akhir-akhir ini, tentunya makin menyadari betapa besar peran yang dilakukan ibu, dalam mengawal tumbuh kembang anak-anaknya, menjalankan roda kegiatan keluarga, di tengah-tengah berbagai kesibukan lain yang ia jalankan di berbagai bidang keluarga. Saya yakin, di setiap keluarga fenomena yang hampir sama juga berlangsung.

Saya membayangkan, Seorang ibu itu memiliki job description yang jauh lebih rumit dan lebih kompleks daripada CEO perusahaan mana pun. Ibulah yang paling banyak hibahkan segalanya demi keluarganya. Ibu hibahkan waktu, pikiran, tenaga, rasa dan hati demi keluarga, demi anak-anaknya.

Keringat Ibu saat mendampingi anak-anak terlihat seperti kristal cemerlang berwarna cinta. Air mata Ibu saat menyaksikan anak-anaknya begitu bangga adalah pancaran cahaya kebahagiaan bernuansa syukur. Ibu adalah sumber aliran cinta tanpa syarat, tanpa henti serta tanpa terkecuali.

Dari ibu, ditumbuhkan akar kuat kebangsaannya agar kelak prestasi anak-anaknya bisa menjulang tinggi, bisa berkarya, bisa sejahtera dan bisa turut mewarnai kebahagiaan keluarga.

(Takalar/12/01/17)

Muh. Khairul Anas. Mahasiswa Universitas Negeri Makassar.

To Top