DAERAH

PT KITLT Tegaskan Tidak Terlibat Konflik Agraria Laoli

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – PT Kawasan Industri Terpadu Luwu Timur (PT KITLT) mengeluarkan klarifikasi resmi guna meluruskan berbagai spekulasi di ruang publik terkait dinamika sengketa lahan di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Perusahaan menegaskan sama sekali tidak memiliki keterlibatan maupun kepentingan dalam sengketa tersebut.

Pernyataan ini disampaikan manajemen PT KITLT menyusul berkembangnya isu di tengah masyarakat yang sempat mengaitkan perusahaan dengan proses pengosongan lahan di wilayah tersebut.

“PT KITLT menegaskan bahwa saat ini perusahaan tidak memiliki keterlibatan dan kepentingan dalam sengketa lahan antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan warga masyarakat di Dusun Laoli. Sengketa tersebut berada sepenuhnya di luar aktivitas operasional, ruang lingkup usaha, maupun kepentingan bisnis perusahaan yang sementara ini dilaksanakan,” demikian petikan siaran pers resmi perusahaan, Sabtu (8/8/2026).

Klarifikasi Terkait Kendaraan Operasional

Terkait beredarnya dokumentasi yang memperlihatkan kendaraan operasional PT KITLT berada di sekitar lokasi pengosongan lahan dan memicu spekulasi publik, External PT KITLT, Andi Nasrul syah R. Manggabarani, memberikan penjelasan terbuka.

Ia menegaskan bahwa keberadaan kendaraan tersebut bukan bagian dari aktivitas perusahaan ataupun bentuk dukungan terhadap pihak yang bersengketa. Kendaraan itu sejatinya diperuntukkan untuk mendukung operasional perusahaan di kawasan Lampia. Namun, pada saat kejadian, kendaraan tersebut secara insidental digunakan oleh seorang warga setempat yang bukan merupakan karyawan PT KITLT, dan digunakan tanpa sepengetahuan karyawan yang bertanggung jawab atas kendaraan dinas tersebut.

“Kelalaian atas kejadian tersebut pun saat ini tengah dievaluasi oleh manajemen pusat PT KITLT di Makassar dan memastikan akan ada sanksi tegas kepada pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ujar Andi Nasrul syah.

Pihaknya berharap masyarakat dapat memperoleh informasi secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan berdasarkan potongan fakta di lapangan. Meski demikian, manajemen mengaku dapat memahami dinamika arus informasi yang begitu deras diterima masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Dukung Penyelesaian Humanis

PT KITLT juga menyampaikan keprihatinannya atas situasi sosial yang terjadi di Dusun Laoli. Sebagai bagian dari ekosistem investasi di daerah, perusahaan menilai iklim sosial yang aman, kondusif, dan stabil merupakan syarat mutlak agar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah dapat berjalan beriringan.

“Kami turut prihatin dengan situasi saat ini, dan sebagai pihak yang terlibat dalam rencana investasi di daerah ini kami tentu saja juga termasuk pihak yang dirugikan jika situasi ini terus berlarut-larut. Dimana-mana investasi memerlukan situasi sosial yang aman dan stabil sehingga iklim usaha juga dapat tumbuh dengan baik dan berkembang,” tutur Andi Nasrul syah.

Selain itu, perusahaan menegaskan tidak memiliki persoalan maupun persaingan bisnis negatif dengan pihak manapun yang berinvestasi di Luwu Timur, serta berkomitmen menjalin komunikasi produktif dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun masyarakat.

Mengakhiri keterangannya, PT KITLT percaya bahwa seluruh persoalan hukum dan dinamika sosial yang ada di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui jalan yang beradab, bermartabat, dan berkeadilan demi kepentingan bersama serta pembangunan Kabupaten Luwu Timur yang berkelanjutan. (*)

Editor: Eka Setiawan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top