DAERAH

DPP IMM: Musywil Pemuda Muhammadiyah Sulsel Momentum Persatuan Ummat

EDUNEWS.IDPimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PM) siap menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-17 Pemuda Muhammadiyah Sulsel, yang akan dilaksanakan di Kota Parepare, 28-30 Juni 2019 mendatang.

Ketua DPP IMM 2016/2018, Muhammad Solihin S berharap bahwa Musywil sebagai ajang pergantian pimpinan Ketua Pemuda Muhammadiyah yang merangkul dan unggul pada kapasitas spiritual dan intelektual.

“Kita semua menyambut gembira. Inilah momentum gagasan demi gagasan akan bermunculan, sekaligus momentum terbaik untuk kembali melahirkan sosok Pemimpin Muda Islam di Sulawesi Selatan,” ujar Solihin, Sabtu (22/6/2019).

Solihin menyebutkan, tantangan terbesar kedepan Pemuda Muhammadiyah adalah terpecah belahnya umat hanya karena perbedaan sikap para pimpinan yang juga sekaligus sebagai ulama muda.

Olehnya Pemuda Muhammadiyah dituntut untuk hadir sebagai agen pencerahan ummat, sebagai ulama dan pemimpin muda yang mampu mempersatukan, bukan malah membuat kelompok untuk memecah belah ummat.

“Pemuda Muhammadiyah sebagai penyambung lidah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam menyampaikan Firman Allah dan Sunnah, adalah wajib dihormati, selama apa yang disampaikan tidak bertentangan dengan Firman Allah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam,” lanjut Alumni FH Unhas ini.

Ia juga menambahkan, bahwa baik buruknya seorang pemimpin, termasuk pimpinan wilayah Pemuda Muhammadiyah tidak diukur dari banyaknya pengurus dan anggota aktif, tapi seberapa banyak dia memberikan manfaat bagi umat manusia terkhusus masyarakat Sulawesi Selatan, terutama manfaat ilmu Islam dan meningkatkan keimanan umat Islam, juga menjaga kerukunan umat dengan menebar segala bentuk kebaikan,” tambahnya.

Solihin mencontohkan, sepanjang tahun politik di Indonesia, ummat Islam dirundung gelisah dan fitnah. Media ramai mempertontonkan sikap saling menghujat, saling fitnah, sikap yang merawat kecurigaan sesama anak bangsa. Suhu Politik yang tidak sehat telah merusak persaudaraan.

“Di sini peran Pemuda Muhammadiyah, selaku pewaris Nabi, alangkah bijak jika Akhlak dan prilaku seorang ulama muda Muhammadiyah mencerminkan Akhlak dan perilaku Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Begitu juga ucapan dan perkataannya lembut, sejuk dan menenangkan, bukanlah mengumbar amarah dan fitnah. Jikalau suatu informasi yang bersifat fitnah tersebar, sebaiknya disambut dengan langkah tabayyun. Itulah yang layak diwariskan kepada umat, bukanlah mengumbar kebencian antar sesama Umat Islam,” tutupnya.

To Top