News

Gerindra Tuding Johan Budi Makan Gaji Buta

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono nampaknya tak terima dengan pernyataan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Indivasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin.

Ngabalin menyebut kritik yang dilontarkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto atas sistem ekonomi Indonesia yang melenceng dari konstitusi sebagai sampah dan murahan.

Ferry menegaskan, justru yang disampaikan Prabowo saat pertemuan dengan Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) itu tentang kondisi ekonomi bangsa saat ini didasari dengan data-data yang dikumpulkan dari berbagai pihak, termasuk dari Kementerian Keuangan RI sendiri.

“Di kediaman Pak Zulhas, Pak Prabowo Subianto menyampaikan data tentang utang. Disampaikan melalui paparan slide dan menggunakan sumber data dari kantor departemen keuangan terus Standard and PUR, institusi resmi. Nah tiba-tiba pernyataan Pak Prabowo dibantah oleh Pak Ali Muhtar Ngabalin bahwa pernyataan Pak Prabowo itu tidak (benar), apa, sampah, apa tidak berdasarkan data,” tegasnya saat ditemui di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Jumat (29/6/2018).

“Padahal Pak Prabowo menyampaikan data-data yang sifatnya kuantitatif, dibantah oleh Pak Ali Mochtar ngabalin dengan pernyataan yang sifatnya kualitatif,” imbuhnya.

Ferry pun mempersoalkan Ngabalin yang seolah-olah bertindak sebagai Juru Bicara Kepresidenan. Padahal, Juru Bicara Kepresidenan sesungguhnya dijabat oleh Johan Budi SP.

“Pak Johan Budi kerjaannya apa? Makan gaji buta? Kok seluruh fungsi dan kegiatannya diambil Pak Ali Muhtar Ngabalin ya? Kami dari masyarakat ngeliat kok yang jadi Jubir presiden namanya Pak Ali Muhtar Ngabalin,” ketusnya.

Padahal, tegasnya, tak sedikit dari pernyataan Ngabalin yang menandakan kalau dia sebenarnya tak mengerti konteks masalah yang dikomentarinya. “Jadi sebenarnya nggak nyambung, jadi gimana. Kita mau bilang norak ya nggak pantes, tapi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ferry pun mengimbau Johan Budi kembali memainkan perannya sebagai Jubir Kepresidenan.

“Takutnya apa yang disampaikan Pak Ali Muhtar Ngabalin itu adalah representasi presiden, kan padahal belum tentu. Itu aja sudah memperlihatkan ada, apa ya, ada ketidakprofesionalan di sana,” pungkasnya.

To Top