Hukum

The Family MCA Dianggap Ingin Bangun Ketidakpercayaan pada Pemerintah

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Sosiolog Universitas Nasional (Unas), Sigit Rochadi, menilai tujuan dari kelompok penyebar ujaran kebencian di media sosial (medsos) yang tergabung dalam The Family Muslim Cyber Army (MCA) adalah ingin menciptakan stigma masyarakat untuk tidak percaya terhadap pemerintahaan saat ini.

“Pada tahap awal mereka ingin menciptakan instabilitas politik, membangun ketidakpercayaan pada pemerintah dan mendesakan perubahan,” kata Sigit, Jakarta, Ahad (4/2/2018).

Menurut Sigit, kelompok tersebut melihat peluang dari medsos untuk membentuk stigma tersebut. The Family MCA, sambung Sigit, juga berbeda dengan sindikat Saracen, yang juga menyebarkan ujaran kebencian di medsos.

Perbedaan itu, kata Sigit, sindikat Saracen bergerak atas motivasi dengan tujuan ekonomi. Namun, kelompok The Family MCA, lanjut Sigit, memang bergerak atas gerakan politik demi menciptakan stigma ketidakpercayaan terhadap pemerintahan saat ini.

Saracen sendiri merupakan sindikat penyebar ujaran kebencian dan fitnah dengan menggunakan isu SARA di media sosial. Dalam kasus Saracen polisi tangkap lima orang, dan beberapa diantaranya sudah menjalani persidangan.

“Dengan medsos mereka juga berharap mendapat dana untuk bergerak. Melalui “like” yang semakin banyak, mereka dapat menjualnya,” ucap Sigit.

Sigit menambahkan, The Family MCA juga tak memiliki struktur organisasi yang terstruktur seperti Saracen. Karenanya, Sigit menduga, individu-individu di kelompok MCA memang awalnya bergerak sesuai dengan keyakinan idiologi yang sama.

“Semacam OTB (organisasi tanpa bentuk), motivasi ekonomi bukan tujuan utama,” tutup Sigit.

To Top