Hukum

Lemkapi Minta Polisi Usut Aktor Intelektual Kelompok The Family MCA

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kepolisian diminta mengusut aktor intelektual dari kelompok penyebar ujaran kebencian di media sosial (medsos) yang tergabung dalam The Family Muslim Cyber Army (MCA).

Menurut Direktur Eksekutif Pusat Lembaga Kajian Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan kelompok tersebut sudah meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, Polri diminta untuk mengusut sampai tuntas jaringan tersebut.

“Pasti harus diusut. Siapa saja yang terlibat dibelakangnya harus ditindak tegas dan diberikan hukum berat,” kata Edi, Jakarta, Ahad (4/3/2018).

Edi melanjutkan, kelompok penyebar berita palsu itu telah membuat masyarakat resah. Menurut Edi, apabila hal ini tidak diungkap sampai ke akar-akarnya maka tidak menutup kemungkinan ada kelompok lainnya yang mencoba untuk melakukan kejahatan yang sama.

Menurut Edi, dalam tahun politik saat ini, masyarakat juga harus lebih cerdas dan berhati-hati dalam menerima dan mengelola informasi yang beredar luas di media sosial.

Dia mengimbau, agar tak menelan mentah-mentah segala isu yang beredar di internet, yang masih diragukan kebenarannya. “Kami juga harapkan agar masyarakat bantu Polri memberikan informasi yanh menyesatkan,” ucap Edi.

The Family MCA diduga kuat sering melempar isu provokatif di media sosial, antara lain, kebangkitan PKI, penculikan Ulama, dan penyerangan terhadap nama baik Presiden, pemerintah, serta tokoh-tokoh tertentu.

Beberapa orang telah ditangkap terkait kelompok tersebut. Aparat kepolisian menyebut bahwa, kelompok ini juga terbagi-bagi dalam beberapa grup untuk melakukan tindak kejahatan tersebut.

Selain ujaran kebencian, sindikat ini ditenggarai juga mengirimkan virus kepada kelompok atau orang yang dianggap musuh. Virus ini biasanya merusak perangkat elektronik penerima.

To Top