Internasional

Mantan Ahli Strategi Donald Trump Ditangkap

Mantan Kepala Ahli Strategi Amerika Serikat (AS), Steve Bannon

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Mantan Kepala Ahli Strategi Amerika Serikat (AS), Steve Bannon, ditangkap pada Kamis (20/8/2020) bersama tiga orang lainnya karena dugaan menipu ratusan ribu pendonor gerakan pembangunan tembok di perbatasan Meksiko.

Bannon sendiri merupakan salah satu sosok yang berperan membawa Donald Trump memenangi pemilihan presiden AS pada 2016 silam.

Setelah membayar jaminan penangguhan penahanan senilai US$5 juta, Bannon kemudian dibebaskan dan menunggu penyelidikan lanjutan.

Selain dugaan penipuan, Bannon juga diduga terlibat kasus pencucian uang.

“Seluruh kekacauan ini adalah upaya untuk mencegah orang-orang yang inin membangun tembok perbatasan,” tutur Bannon sembari tersenyum kepada wartawan yang menunggunya di luar gedung persidangan. Ia kemudian masuk ke dalam mobil yang menantinya.

Dugaan penipuan ini terkait pengumpulan dana secara daring yang dikenal dengan nama “We Build the Wall”. Kampanye tersebut menghasilkan lebih dari US$25 juta dengan janji dana akan digunakan untuk membangun perbatasan di selatan Amerika.

Penangkapan ini terjadi hanya beberapa bulan sebelum pemilu AS pada November, dan merupakan rentetan penyelidikan kasus kriminal pada lingkaran orang-orang yang pernah bekerja dengan Trump.

Presiden AS itu menjauhkan diri dari berbagai kasus dengan menyatakan dirinya “tidak mengetahui sama sekali mengenai proyek itu.”

“Saya kira ini hal yang menyedihkan untuk Tuan Bannon,” ujar Trump sembari menegaskan bahwa dia sudah tidak lama berhubungan dengan Bannon.

Jaksa federal Manhattan mengatakan Bannon, pendiri organisasi Brian Kolfage, serta seorang penanam modal ventura Andrew Badolato, serta pemilik perusahaan minuman energi yang juga pendukung Trump, Timothy Shea, menerima ratusan ribu dollar dari gerakan We Buil the Wall.

Penyelidik federal menangkap Bannon pada kapal pesiar mewah seharga US$35 juta di perairan Connecticut. Berdasarkan media AS New York Times, kapal tersebut merupakan milik Guo Wengui, seorang konglomerat China yang diasingkan.

 

 

cnn

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top