News

Menaker Akui Perlindungan TKI Kelautan di Luar Negeri Lemah

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, mengakui bahwa perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor kelautan di luar negeri masih lemah. Hal ini karena pengawasannya belum dilakukan secara maksimal.

“Karena itu, pengawasan terhadap TKI yang bekerja di tengah laut, khususnya di sektor perikanan di luar negeri perlu ditingkatkan,” kata Dhakiri dalam keterangan tertulisnya usai membuka ‘Forum Konsultatif Kerja Sama Melawan Perdagangan Manusia, Eksploitasi Kerja dan Perbudakan di Laut’ di Legian, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (27/3/2018).

Menurut Menaker, selain pengawasan yang sulit karena berada di tengah laut, permasalahan TKI dalam sektor perikanan juga sangat kompleks karena melibatkan lintas sektoral dan lintas negara.

“Dari data yang diperoleh hingga saat ini, sedikitnya 4.000 tenaga kerja Indonesia di sektor perikanan menjadi korban tindak kriminalitas,” ujarnya.

Data yang cukup besar itu akibat kejahatan di sektor perikanan sangat kompleks, selain melibatkan lintas sektoral dalam negeri, juga sulitnya melakukan pengawasan terhadap adanya pelanggaran hukum di sektor perikanan karena lokasinya di tengah laut.

“Dengan demikian, perlindungan TKI di sektor perikanan menjadi persoalan tersendiri yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak,” ujar Dhakiri.

To Top