Nasional

Eks Jubir Gus Dur : Rizal Ramli 90 persen Kendalikan Ekonomi

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ekonom senior Dr Rizal Ramli dinilai sebagai tokoh sentral yang berhasil membangkitkan ekonomi bangsa pada masa pemerintahan Presiden keempat RI Abdurahman Wahid alias Gus Dur.

Tidak tanggung-tanggung, penilaian itu disampaikan oleh Jurubicara Kepresidenan era Presiden Gus Dur Adhie M Massardi. Menurut Adhie, RR saat itu berhasil mengangkat ekonomi bangsa. Buktinya, pada masa pemerintahan Gus Dur yang bergejolak hanya masalah politik, sementara sektor ekonomi aman-aman saja.

“Zaman Gus Dur kan politik saja (yang bergejolak), ekonominya tidak. Kenapa itu terjadi, karena di zaman Gus Dur (ekonomi) memang diatasi betul,” katanya, Kamis (15/3/2018).

Kenapa itu bisa terjadi, jelas Adhie, karena saat itu Gus Dur sebagai Kepala Negara mempercayakan sepenuhnya urusan ekonomi kepada Menko Perekonomian RR.

“Kalau politik urusan Presiden, nah kalau ekonomi ini zaman Gus Dur yang mengendalikan 90 persen adalah Rizal Ramli. Gus Dur hanya eksekutif akhirnya. Tapi konsep segala macam ini Rizal Ramli. Terbukti bisa mengatasi masalah ekonomi menengah ke bawah ini relatif clear lah. Pendapatan petani juga meningkat, kita juga bisa menaikkan gaji 200 persen PNS,” urainya.

Hal itu menurut Adhie, karena jiwa aktivis yang dimiliki oleh RR. Dimana sejak usia belia, RR selalu menentang kebijakan pemerintahan orde baru yang dinilainya tidak pro terhadap masyarakat menengah ke bawah.

“Kalau ekonomi ini kebijakannya hanya dua. Ikut pemilik modal atau berpihak kepada rakyat. Kalau ikut pemilik modal pasti lebih banyak keuntungan dinikmati yang di atas, investor luar negeri, tapi kalau berpihak ke rakyat ya pasti akan untung banyak ya rakyatnya,” bebernya.

“Jadi menurut saya sih kalau jalan ekonominya mengikuti apa yang dilakukan oleh Rizal Ramli ya rakyat kita yang menengah ke bawah pasti akan lebih sejahtera lah dibandingkan dengan ekonomi yang neoliberal ya,” lanjutnya.

Karenanya, menurut Adhie yang juga Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), bangsa ini sangat membutuhkan sosok ekonom yang berintegritas tinggi melindungi masyarakat menengah ke bawah serta berani terhadap pemodal kelas kakap..

“Bangsa Indonesia perlu sosok seperti Rizal Ramli yang integritasnya kuat, memiliki keberpihakan yang kuat kepada rakyat,” demikian Adhie.

Tokoh perubahan Rizal Ramli telah menyatakan kesiapan dirinya sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2019. “Saya siap memimpin Indonesia agar lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera,” kata dia di kediamannya, Jalan Bangka IX No 49R, Jakarta Selatan pada 5 Maret lalu.

Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur yang dijuluki “Capres Rakyat” itu diyakini bisa memperbaiki ekonomi dan perubahan politik. Salah satu yang membuat RR merasa terpanggil adalah fakta bahwa Presiden sering diintervensi oleh kekuatan besar, baik dari dalam maupun luar negeri.

Akibatnya, banyak kebijakan yang sebetulnya bagus dibatalkan. Ekonomi Indonesia yang stagnan di angka 5 persen dalam tiga tahun terakhir, misalnya, adalah contoh benderang betapa besarnya kekuatan yang mengintervensi Presiden.

“Hal-hal seperti inilah yang mendorong saya memutuskan siap memimpin Indonesia. Dengan potensi SDA yang berlimpah, rakyat yang rajin dan ingin bekerja, saya yakin Indonesia bisa tumbuh 10 persen dalam periode 2019-2024. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, akan banyak tersedia lapangan kerja, upah meningkat, dan kemiskinan akan berkurang,” ungkap RR.

To Top