YOGYAKARTA, EDUNEWS.ID – Pakar politik UGM Arya Budi memprediksi Pemilu 2024 berjalan satu putaran.
Menurutnya, pemilu satu putaran bisa terjadi jika melihat hasil survei saat ini.
“Satu putaran peluangnya membesar, karena beberapa lembaga ini kan tidak muncul tiba-tiba dia punya kredibilitas sejak pemilu sebelumnya,” kata Arya dikutip detikJogja, Senin (12/2/2024).
Kendati demikian, elektabilitas Prabowo-Gibran belum menembus angka 55 persen.
Arya menuturkan, setiap survei ada Margin of Error (MoE) di angka sekitar 3 persen sehingga jika dalam survei satu paslon mendapat 50 persen dengan tingkat toleransi kesalahan maksimal 3 persen, maka bisa jadi angka elektabilitasnya hanya 47 persen.
“Jika angka 51 (persen), misalnya, itu ada kemungkinan nggak nyampai 50 (persen) juga. Misalnya 48 koma, karena jika 51 (persen) dikurangi 3 persen kan 48 (persen),” jelas Arya.
Olehnya, Arya juga menyebut kemungkinan pemilu dua putaran masih berpeluang terjadi.
“Jadi ada kemungkinan memang dua putaran masih terbuka. Tetapi (pemilu) satu putaran sekarang membesar karena 02 sudah tembus 50 (persen),” jelasnya.
Jika pemilu dua putaran, Arya memprediksi pasangan Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin yang bakal bertarung.
“Jika dua putaran terjadi, 02 sudah menunggu karena angkanya sudah jauh di atas dua paslon lain. Siapa yang kemudian mendampingi untuk berkontestasi di putaran kedua secara pengukuran survei dan melihat tren, itu sejauh ini di 01,” tutupnya.
