JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pasar modal Indonesia menunjukkan reaksi negatif yang semakin dalam menyusul perombakan (reshuffle) kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Memasuki sesi perdagangan hari ini, Selasa (28/4), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan posisinya dan merosot ke level 7.060,24.
Indeks mengalami kontraksi signifikan sebesar -0,65% atau kehilangan 46,28 poin. Penurunan ini menandakan adanya tekanan jual yang lebih kuat dari perkiraan awal, di mana pasar mulai menguji level support kritis tepat sehari setelah pelantikan menteri dan pejabat baru di Istana Negara.
Analisis Sentimen Pasar Terkini
Hingga Selasa pagi, sentimen kehati-hatian (cautionary sentiment) masih mendominasi lantai bursa. Investor tampaknya masih melakukan kalkulasi ulang terhadap profil risiko pasca-masuknya sejumlah tokoh baru dalam jajaran kementerian teknis dan badan strategis.
“Pasar sedang merespons ketidakpastian jangka pendek. Level 7.060 menjadi area krusial yang dipantau oleh para pelaku pasar untuk menentukan apakah tren pelemahan ini bersifat sementara atau merupakan awal dari fase konsolidasi yang lebih panjang,” ungkap analisis redaksi edunews.id.
Daftar Pejabat yang Dilantik
Sebagai catatan, pergerakan indeks hari ini merupakan respons lanjutan atas pelantikan sejumlah pejabat berikut pada sore kemarin:
-
Mohammad Jumhur Hidayat: Menteri Lingkungan Hidup / Kepala BPLH.
-
Hanif Faisol Nurofiq: Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
-
Dudung Abdurachman: Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
-
M. Qodari: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
-
Hasan Nasbi: Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
-
Abdul Kadir Karding: Kepala Badan Karantina Indonesia.
Proyeksi Sesi Perdagangan
Sepanjang hari ini, Selasa (28/4), pasar diperkirakan akan tetap bergerak volatil. Redaksi menyarankan pembaca dan investor untuk mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah dan arus modal asing (foreign flow) yang keluar, mengingat angka net sell yang cukup besar pada penutupan sebelumnya.(*)
