Politik

Gerindra : Jangan Kebakaran Jenggot Tanggapi Pernyataan Prabowo

 
 
JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di hadapan kadernya memancing kembali kontroversi. Setelah sebelumnya sempat mengatakan Indonesia bubar di tahun 2030, Prabowo menyebut sulit bagi rakyat untuk mendapatkan pemimpin yang jujur di masa kini.
Prabowo mengamati ada gelagat kurang baik yang ditampilkan oleh mereka yang berusaha meraih posisi di Jakarta. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerinda, Andre Rosiade menilai para elite seharusnya tidak perlu berlebihan menyikapi pernyataan Prabowo tersebut. “Nggak usah terlalu kebakaran jenggotlah. Ini kan kritik membangun ya,” kata Andre, Ahad (1/4/2018).
Pernyataan Prabowo, menurut Andre, adalah untuk mengkritik mental elite yang dianggapnya menjadi penyebab bangsa Indonesia menjadi miskin. Ia menilai seharusnya kalau elite benar-benar peduli terhadap rakyat, sumber daya alam yang dimiliki Indonesia seharusnya tidak dibawa lari ke luar negeri.
“Kita nggak perlu berhutang lagi membangun bangsa dan negara ini. Gitu lho,” ujarnya.
Ande pun menepis anggapan pernyataan yang dilontarkan Prabowo semata-mata untuk menaikkan elektabilitas mantan Danjen Kopassus tersebut. Ia menjelaskan, pernyataan Prabowo justru upaya menyadarkan bangsa.
“Para elite kita yang berkuasa sekarang tidak menjalankan bahkan melanggar secara sistemik Undang-undang Dasar 1945 pasal 33. Padahal kan ini kunci, kalau kita taat melaksanakan saja insya Allah negara kita akan menjadi negara kaya,” jelasnya.
Prabowo mengkritik kesenjangan ekonomi di Indonesia dan minimnya kepemilikan lahan oleh rakyat. Prabowo mengatakan kesenjangan tersebut terjadi karena kerakusan elite partai politik.
“Jangan-jangan karena elite kita yang goblok, atau menurut saya campuran. Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat. Mereka hanya ingin kaya,” kata Prabowo saat berpidato di Gedung Serbaguna di Istana Kana, Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (31/3/2018).

To Top