Politik

Jika Prabowo tak Nyapres, Elektabilitas Gerindra Terancam

 
 
JAKARTA, EDUNEWS.ID – Keputusan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan sangat memengaruhi elektabilitas partainya. Elektabilitas Gerindra terancam tidak bisa mengalami kenaikan kalau Prabowo tidak maju sebagai calon presiden (Capres) untuk menantang pejawat Joko Widodo (Jokowi).
“Prabowo sebaiknya maju lagi. Karena jika maju, penting untuk menaikkan elektabilitas Partai Gerindra,” ujar Direktur Indonesian Political Watch Ujang Komarudin, Ahad (1/4/2018).
Ujang menerangkan jika Prabowo hanya menjadi king maker, hal itu tidak menguntungkan bagi Gerindra. Dia menambahkan majunya Prabowo menjadi penting karena Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berlangsung serentak, yakni pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden dilaksanakan secara bersamaan.
Karena itu, Ujang berpendapat apabila Prabowo hanya menjadi king maker akan berdampak pada raihan partai berlambang kepala burung garuda itu pada pileg.
“Karena Prabowo adalah Gerindra dan Gerindra adalah Prabowo. Jika hanya menjadi king maker dan posisi calon presiden diserahkan ke orang lain, maka akan merugikan Gerindra,” kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia itu.
Gerindra akan mendeklarasikan Prabowo sebagai calon presiden 2019-2024 di Jakarta pada 11 April 2018. Namun, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani belum menyebutkan di mana tepatnya lokasi penyelenggaraan deklarasi Prabowo Subianto sebagai calon presiden itu.
Muzani juga mengatakan partainya belum menentukan siapa yang akan mendampingi Prabowo sebagai cawapres. Gerindra masih menyeleksi sejumlah bakal calon wakil presiden sebagai pendamping Prabowo.
Muzani melanjutkan, Gerindra berharap figur cawapres yang akan mendampingi Prabowo Subianto merupakan sosok populer, dapat bekerja sama dengan calon presiden, dan dapat memenangkan pasangan capres-cawapres pada Pemilu 2019.

To Top