Politik

PMN BUMN Melesat Tinggi Sejak 2015, Kamrussamad: 2023 Hati Hati Disalahgunakan untuk Capres!

Anggota DPR RI Komisi XI, Kamrussamad

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, mengingatkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, agar penggunaan PMN (Penyertaan Modal Negara) yang dialokasikan kepada BUMN harus produktif.

Ia berkata jangan sampai PMN disalahgunakan untuk kepentingan politik. Pasalnya, sejak 2015 hingga 2021, total PMN mencapai 311 triliun, baik tunai maupun non tunai. Angka ini meningkat pesat dibanding periode periode sebelumnya.

Hal ini ditekankan Kamrussamad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Keuangan bersama Komisi XI di Gedung DPR Komplek Senayan, Jakarta.

“Sejak 2015, alokasi PMN melesat tinggi. Totalnya mencapai Rp 311 triliun, baik dari tunai maupun non tunai,” ujarnya, Kamis (22/9/2022).

Dia melanjutkan bahwa dari alokasi APBN 2022, terdapat 19 BUMN yang menerima PMN. Beberapa di antaranya menerima PMN sangat besar.

Garuda Indonesia dan Hutama Karya, masing masing menerima PMN Rp 7,5 triliun, BTN menerima Rp 2,4 triliun, PT SMF Rp 2 triliun, Waskita Rp 3 triliun, PLN Rp 5 triliun. Jika ditotal PMN tunai jumlahnya Rp 59 triliun.

Jumlah ini akan bertambah jika digabung dengan PMN yang diterima 9 BUMN dari Barang Milik Negara.

“Total PMN Tunai 2022 sebesar 59 triliun rupiah. Alokasi PMN ini sangat tinggi, konsisten sejak 2015. Di tengah efisiensi yang sedang diterapkan pemerintah, PMN sebesar ini tentu sangat istimewa. Oleh karena itu, seharusnya kontribusi BUMN kepada negara di 2022 ini harus jauh lebih baik. Kalau di 2021, kontribusi dividen BUMN kepada negara mencapai Rp 30 triliun. Di 2022 ini seharusnya bisa lebih dari 40 triliun,” tandas Kamrussamad.

BUMN, sambungnya, harus didorong menjadi agent of development, bukan lagi bergantung pada PMN.

Mindset ini penting agar BUMN dapat berkontribusi pada pembangunan dan perekonomian nasional, serta penerimaan negara.

“Saya juga mewanti wanti, jangan sampai PMN 2023 nanti penggunaannya disalahgunakan. Ini memasuki tahun politik. Godaan untuk penyelewengan anggaran potensinya sangat besar. Sehingga, jangan sampai PMN dipakai untuk dana Pemilu atau bahkan pencapresan,” pungkasnya.

 

(rls)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); });