Politik

Posisi Prabowo Dilematis Jelang Pilpres

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun menilai posisi Prabowo Subianto saat ini memang sangat dilematis. Di satu sisi hasil survei Partai Gerindra terus naik, tapi di sisi lain survei untuk calon presiden (capres) Prabowo cenderung stagnan atau turun.

Indikator ini menunjukkan publik yang memilih Gerindra tidak segaris lurus dengan Prabowo di posisi Capres. Padahal seharusnya, jelas dia, ada kelompok umat Islam yang bisa mendukung Prabowo. Tapi kenyataan sebaliknya.

“Artinya kelompok umat Islam dan pendukung Gerindra ini cenderung berharap Capres baru yang alternatif, dengan kelompok Islam merepresentasikan suara kelompok 212. Sekarang di Pak Prabowo, apakah dia ingin memposisikan ‘King Makers’ atau tidak,” jelas Rico kepada wartawan, Ahad (25/3/2018).

Ia melihat posisi dilematis Prabowo ini sama seperti posisi dilematisnya Megawati saat pilpres 2014 lalu. Megawati jelang Pilpres 2014 lalu digadang-gadang sebagai Capres, walaupun secara elektabilitas tidak tinggi. Sedangkan ada pilihan lain mendorong Capres baru, dan Megawati sebagai ‘King Maker’ kemenangan Jokowi di 2014.

Menurutnya, kalau ada kelegowoan dilakukan Prabowo pada pilpres 2019 mendatang, maka proses seleksi Capres baru dan alternatif dari kalangan umat Islam jauh lebih mudah. Siapapun dia, apakah Gatot Nurmantyo, Tuan Guru Bajang (TGB) atau Anies Baswedan.

Kalau ‘kelegowoan’ Prabowo ini tidak terjadi, ia yakin poros ketiga akan sulit diwujudkan. Karena poros ketiga akan kehilangan dukungan dengan sendirinya, bila tidak bergerak lurus dengan harapan rakyat yng tidak puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi. “Sehingga poros ketiga ini akan tersingkir dengan sendirinya,” ucapnya.

To Top