Tekno

Penjualan Xiaomi Tergerus Kompetitor

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Bagi para pecinta smartphone, nama Xiaomi mungkin sudah akrab di telinga. Apalagi mereka yang tinggal di India, atau kawasan Asia Tenggara. Produk-produk smartphone mereka selalu mendapat perhatian khusus. Harganya yang murah dengan spesifikasi yang cukup mumpuni membuatnya selalu menjadi pusat perhatian konsumer.

Mulai dari Redmi hingga seri Mi, Xiaomi membuktikan bahwa smartphone dengan spesifikasi cukup canggih dapat diperoleh oleh konsumer dengan harga yang cukup terjangkau. Desain memikat yang seolah meniru ponsel unggulan pabrikan lain semacam iPhone dari Apple ataupun seri S dari Samsung pun menjadi daya pikat yang lain.

Strategi tersebut melesatkan Xiaomi menjadi startup terkemuka di dunia. Meski sempat menjadi pemuncak daftar valuasi startup, hal itu tampaknya tidak bertahan lama. Menurut data IDC, penjualan Xiaomi terus menerus digerus oleh perusahaan-perusahaan lain yang meniru gaya berbisnis Xiaomi, seperti Oppo dan Vivo.

Pada kuartal I/2016, misalnya, penjualan Xiaomi di pasar terbesarnya, yakni negaranya sendiri, Cina, hanya mencapai 9 persen dari total pangsa pasar yang ada. Pada kuartal II/2016, penjualannya sedikit naik dan mencapai 9,5 persen dari total pangsa pasar.

Bandingkan angka tersebut dengan Huawei, Oppo dan Vivo. Mereka menguasai lebih dari 10 persen pangsa pasar Cina. Pada kuartal I/2016, Huawei menjadi yang terbesar. Perusahaan itu berhasil menguasai sebesar 16,2 persen pangsa pasar, diikuti oleh Oppo dengan 15,4 persen dan Vivo sebesar 13,3 persen.

Pada kuartal II/2016, posisi tersebut tidak banyak berubah. Huawei tetap menjadi yang terbesar 17,2 persen, Oppo menyusul dengan 16,2 persen. Sementara Vivo menguasai 13,2 persen pangsa pasar.

Xiaomi seolah melesat seperti kembang api di dunia teknologi, cepat bersinar namun cepat pula padam. Perlu diketahui, baik Huawei, Vivo dan Oppo merupakan pemain lama dalam industri smartphone. Kemunculan Xiaomi seolah bak membuat nama-nama perusahaan tersebut seolah tenggelam dalam gelap.

Namun industri teknologi sangat cepat berubah. Begitu pula peta persaingannya. Ketiga perusahaan itu dengan cepat mengubah strategi bisnis mereka, hampir serupa dengan apa yang dilakukan oleh Xiaomi. Dan seiring makin maraknya smartphone sejenis, penjualan Xiaomi jatuh. Puncaknya adalah pada tahun 2015 lalu, ketika perusahaan teknologi itu hanya berhasil menjual 70 juta smartphone pada 2015, meleset 10 juta dari targetnya.

To Top