DAERAH

Masuk Survei Pimpin Soppeng, Djusman AR Bilang Begini

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang rencananya akan digelar pada 2024 terbilang masih sangat jauh. Namun lembaga survei sudah beroperasi disejumlah daerah. Salah satunya di Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan.

Hasil Lembaga Survei Indeks Politica Indonesia (IPI) dan PolingKITA tersebut memunculkan sejumlah nama, diantaranya Pegiat Anti Korupsi Djusman AR.

Saat dikonfirmasi Djusman AR dirinya mengatakan, dirinya telah mengkonfirmasi lembaga tersebut terkait terapan survei yang dilakukan.

Dirinya menuturkan ia tidak bisa mengintervensi dalam wilayah internal lembaga survei dikarenakan itulah hasil yang berada dilapangan.

“Kita tidak bisa mengintervensi lembaga survei karena itu hasil di lapangan, itu orotitas mereka akan tetapi kalau saya, tentu tidak berniat untuk maju,” kata Djusman AR, Ahad (26/12/2021).

Lanjut Djusman yang juga Koordinator FoKaL NGO Sulawesi menganggap berkontribusi terhadap kampung halaman untuk membangun suatu daerah tidak mesti menjadi Kepala Daerah.

“Sebagai putra Soppeng tentunya tidak mesti maju untuk berpartisipasi dalam membangun Soppeng,” ujarnya.

“Sampai sekarang saya sudah merasa lebih cocok atas profesi saya sebagai penggiat anti korupsi,” tambah Djusman.

“Dengan tetap konsisten pada profesi yang saya geluti, saya bisa berkonstribusi terhadap pembangunan Soppeng dalam hal pengawasan, pencegahan dan penyelamatan hak-hak rakyat yang berpotensi dan atau disalahgunakan/dikorupsi oknum-oknum pejabat, saya bisa menegur pejabat dan bahkan dapat melaporkannya ke lembaga penegak hukum hingga menggiringnya ke hotel prodeo,” tegas Djusman sembari tersenyum.

Namun dirinya berpesan kepada siapapun yang serius memimpin Soppeng untuk senantiasa berkomitmen menjauhi praktek tindak pidana korupsi.

“Kepada siapapun yang berniat maju dan benar benar berkomitmen tinggi untuk membangun Soppeng maka ia harus  mewujudkan pemerintahan bersih sesuai Undang-Undang No 28 tahun 1999, tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN,” pesannya.

“Sikap saya, cukup kita mensupport figur yang memang lebih mapan, kompeten dan berintegritas. Paling tidak kriterianya, siapa figur atau calon nantinya bersedia menuangkan program pemerintahan bersih dalam visi misinya yang diserahkan ke KPU untuk sebagai lembaran negara. Itu salah satu pointnya, wajib dibuktikan tertera dalam visi misinya, tidak cukup hanya dengan slogan atau lisan,” jelasnya.

Djusman juga meyampaikan kepada masyarakat Soppeng yang menyebut hingga meminta maju, begitu pula terhadap lembaga survei dan poling yang memunculkan namanya, dirinya mengucapkan terima kasih.

“Saya ucapkan terima kasih banyak namun izinkan saya untuk tetap konsisten memilih jalur hitam putih ini sebagai penggiat anti korupsi,” pungkas Djusman AR.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top