DAERAH

Soroti Kinerja PDAM Makassar, Danny Janji Desember akan Resetting!

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto didampingi Dirut PDAM Hamzah, usai meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) PDAM Kota Makassar, di Jalan Ratulangi Makassar, Senin (22/11/2021).

MAKASSAR, EDUNEWS.ID-Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto kembali menyatakan akan segera melakukan pembenahan atau resetting Direksi Perusahaan Daerah (Perusda) Air dan Minum Kota Makassar.

Hal tersebut disampaikan oleh Danny, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi terkait agenda resetting Perusahaan Daerah, termasuk PDAM usai meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) PDAM Kota Makassar, di Jalan Ratulangi Makassar, Senin (22/11/2021).

“Insha Allah saya sudah bilang, saya akan mulai mengurusi Desember ini,” kata Danny Pomanto yang didampingi Direktur Utama PDAM Kota Makassar Hamzah Ahmad.

Wali Kota berlatar belakang arstek ini juga menyoroti kinerja PDAM yang menunjukkan tren menurun terutama pada aspek pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap pihak PDAM harus bekerja keras dan memperbaiki kinerjanya agar masyarakat tidak terus-terusan mengeluh,” harapnya.

Sebelummnya, pada September 2021 lalu, Danny Pomanto juga sempat menyampaikan kekesalannya atas kinerja jajaran direksi PDAM.

Kekecewaan itu disampaikan oleh Danny Pomanto saat menghadiri HUT ke-97 PDAM Makassar di Aula Thirta Dharma, Perumda Air Minum Makassar, Jl Ratulangi, Senin (9/8/2021) lalu saat melakukan kunjungan.

Dirinya menyoroti sejumlah persoalan yang selama ini terjadi di internal PDAM Kota Makassar.

Selain terkait dividen, persoalan lain yang menjadi sorotannya adalah jumlah karyawan yang sampai ribuan saat ini, tidak sebanding dengan kinerja yang dihasilkan. Atas berbagai persoalan tersebut, Danny berjanji akan melakukan audit terhadap PDAM kota Makassar.

Polinet Dukung Resetting

Lembaga Public Policy Network (Polinet) pun mendukung langkah Walikota Makassar untuk segera melakukan audit secara umum terhadap PDAM kota Makassar. Apalagi, PDAM kota Makassar sangat bersentuhan dengan pelayanan dan hajat hidup orang banyak, terutama bagi kebutuhan air warga kota Makassar.

Polinet juga memberikan beberapa catatan terkait dengan persoalan yang selama ini ada di PDAM kota Makassar. Sehingga, bagi Polinet, perlu memang segera ada resetting di tubuh jajaran direksi PDAM Kota Makassar.

Catatan Polinet mulai dari rekruitmen pegawai PDAM, pengadaan ratusan ribu meteran hingga polemik SK pegawai yang pensiun.

Pertama, adalah ketidakwajaran rekruitmen pegawai atau karyawan PDAM Kota Makassar setahun belakangan ini.Bahkan, ada indikasi praktek ‘suap’ dan KKN dalam pengangkatan pegawai PDAM yang hingga saat ini berjumlah 1000 lebih karyawan.

“Pengangkatan pegawai yang jumlahnya ratusan orang, disinyalir dalam beberapa bulan ada penerimaan lebih dari 300 karyawan, yang notabene tidak dibutuhkan oleh PDAM dalam meningkatkan produktifitas perusahaan”, ujar Abrar Senin (9/8/2021) lalu

Kedua, Polinet menemukan ada pengerjaan proyek yang bukan merupakan skala prioritas di lingkup PDAM

Ketiga, Polinet juga menemukan ada pengadaan meter baru dengan jumlah ratusan ribu.

“Ini pengadaan meter juga potensi bermasalah, bisa jadi temuan, ada kesan dipaksakan, sehingga memang kami menilai banyak kebocoran yang tengah terjadi di PDAM,” bebernya.

Selain itu, catatan selanjutnya, ada persoalan pada direksi yang menyangkut nasib karyawan dan pensiunan seperti pembuatan SK direksi yang suka berubah-ubah.

“Contoh SK terkait pensiun,” ungkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top