Kampus

UIN Sunan Kalijaga Bersiap Gelar Konferensi Universitas Islam Indonesia

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi saat bertemu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, kemarin (18/1/2017)

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Universitas Islam Negari (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta akan menggelar Indonesia Islamic University Conference (IIUC). Konferensi ini rencananya akan berlangsung pekan depan, tepatnya 25-27 Januari 2017. Rencana konferensi ini terungkap dalam laporan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, kemarin (18/1/2017).

Kedatangan Yudian sekaligus mengundang Menag untuk membuka dan menjadi Keynote Speaker pada gelaran yang diselenggarakan atas kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Bank Syariah Mandiri (BSM). Menurut Yudian, saat ini ekonomi syariah berkembang cukup pesat di tandai dengan lahirnya banyak institusi perekenomian syariah di Indonesia, seperti bank syariah dan lainnya. Fenomena ini tidak lepas dari peran serta PTKIN.

Sebab, PTKIN adalah salah satu basis utama penyedia akademisi dan praktisi di bidang ekonomi syariah melalui dibukanya program studi ekonomi Islam atau ekonomi syariah di berbagai PTKIN.

Sadar akan peran strategis ini, FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggandeng Bank Syariah Mandiri (BSM) untuk menghelat konferensi yang akan mengangkat tema ‘Menjadikan Indonesia sebagai Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah Dunia’. Melalui konferensi ini, Yudian berharap akan lahir kesepahaman dan kesepakatan terkait pengembangan ekonomi Islam ke depan.

Kegiatan ini akan diikuti para rektor dan wakil rektor II (Warek II) serta ketua dan pembantu ketua II (Puket II) dari 112 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Negeri dan Swasta. Ketua panitia konferensi, Shofiyullah Muzammil mengatakan bahwa ada dua agenda penting yang akan diselenggarakan dalam konferensi ini.

Agenda pertama, kajian edukasi dan pengembangan ekonomi syariah oleh para ahli yang akan diselenggarakan dalam stream akademisi. Sedangkan agenda kedua sosialisasi cash management Perguruan Tinggi oleh Praktisi yang akan diselenggarakan dalam stream finansial. Peserta stream akademisi terdiri dari para rektor dan ketua. Sedangkan stream finansial warek II dan puket II.

Bertindak sebagai narasumber stream akademisi: H.E. Dr. Bandar M. H. Hajjar (President of Islamic Development Bank Group), Prof. Bambang Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. (Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam), Prof. Dato Dr. Zaleha Kamaruddin (Rektor International Islamic University Malaysia), Prof. Dr. H.M. Amin Abdullah (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Sedangkan narasumber stream finansial adalah praktisi bank syariah.

Lukman didaulat sebagai Keynote Speaker sekaligus membuka acara. Selain Menag, dijadwalkan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dan Ketum MUI KH Maruf Amin akan hadir mengisi Stadium General pada hari kedua, Kamis (26/1/2017).

“Di akhir acara, peserta akan diajak menuju Kepatihan untuk salat magrib berjamaah dan closing dinner bersama Gubernur DIY,” ujar Yudian.

Dirut BSM Agus Sudiarto yang juga hadir dalam pertemuan itu menyatakan bahwa BSM dengan Kemenag khususnya PTKIN sudah menjalin kerjasama dalam penerimaan mahasiwa baru dan cash management. Ke depan, Agus juga menegaskan komitmennya untuk menjalin kerjasama dengan PTKIN pada semua sistem keuangan PTKIN akan melalui bank syariah.

Menag Lukman menyambut baik inisiatif penyelenggaraan konferensi ini dan mengapresiasi dukungan Bank Syariah Mandiri (BSM). Didampingi Direktur Diktis Amsal Bachtiar, Menag berharap kerjasama antara PTKIN dan BSM tidak berhenti pada sistem keuangan saja. Lebih dari itu, Menag meminta BSM dapat membuka kesempatan magang dan beasiswa bagi mahasiwa PTKIN. Bahkan, BSM diharapkan juga dapat membuka kesempatan karir bagi lulusan PTKIN yang berprestasi.

To Top