Komunitas

Anggota Forum TBM Banyumas Saling Bertukar Ilmu dan Buku

SUMPIUH,EDUNEWS.ID- Menjalin silaturrahim antar sesama anggota forum Taman Bacaan Masyarakat menjadi sebuah kerukunan antar sesama anggota. Terlebih Forum TBM Banyumas saat ini sedang mengusung misi menjadikan Kabupaten Banyumas sebagai Banyumas wisata TBM. Mereka saling bertukar ilmu, fikiran dan buku serta berbagi cerita agar mereka lebih mengenal karakteristik masing-masing TBM.

Akhir-akhir ini di kabupaten Banyumas banyak bermunculan taman baca yang baru berdiri. Mereka yang baru berdiri mencari referensi untuk meningkatkan kualitas TBM mereka masing-masing.

Dengan adanya kunjungan antar TBM menjadikan kerukunan tersendiri antar anggota. Mereka yang saling berkunjung mendapat kesempatan untuk menikmati kekhasan daerah tersebut dan juga belajar dari masing-masing TBM tentang karakteristik mereka.

Jum’at (13/1/2016) lalu, Fajar Pujianto pengelola TBM Anfat Desa Babakan Kecamatan Karanglewas beserta Khusnul Khotimah pengelola Rumah Baca Kartini Desa Karangkemiri Kecamatan Karanglewas dan juga Nasyiatun Niswah pengelola TBM An-Nafi’ Desa Sirau Kecamatan Kemranjen mengadakan kunjungan tersebut.
Mereka mengunjungi Griya Baca Jelita yang berada di Desa Kebokura Kecamatan Sumpiuh dengan pengelolanya Any Anggorowati.

Karakteristik Griya Baca Jelita

Berbekal buku 900 eksemplar, pada tanggal 1 Januari 2016 Griya Baca JELITA “Jendela Literasi Tanah Air” resmi berdiri. Kesuksesannya mendirikan Griya Baca Jelita tidak lepas dari orang di sekelilingnya, yaitu Iwan Sanusi dan Andri Setiawan yang bersedia menjadi relawan pendiri GBJ (singkatan dari Griya Baca Jelita) dan juga suami Any Anggorowati, Bapak Tri Hartono, S.Pd.

“Bersama mas Iwan, mas Andri, dan suami, alhamdulillah pada tanggal 1 Januari 2016, GBJ resmi kami dirikan” ungkapnya.

Membantu anak-anak untuk belajar dan juga membuka les mata pelajaran kelas 1-6 , menjadi isinya saat ini. Sekali datang anak-anak diwajibkan mengisi kas sebesar Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah), yang digunakan untuk pengolahan dan pengembangan Griya Baca Jelita dengan durasi waktu belajar 1-2 jam. Selain itu, les musik juga menjadi andalan dari Griya Baca tersebut. Agar Menjaga kesenian & budaya tidak musnah, dilatihlah anak-anak menari kuda lumping dengan iringan musik orjen kreasi Griya Baca Jelita.

“Kami membantu anak untuk belajar dan membuka les dengan sekali datang mengisi kas cuma Rp. 2000,- serta kami membuka pelatihan musik,” tuturnya lagi melalui obrolan ringan.

Griya Baca Jelita membuka pelayanan pembaca dan peminjam setiap hari mulai pukul 13.00 sampai 18.00 WIB, dengan jumlah pengunjung saat ini sudah mencapai 28-30 orang setiap harinya.

Saling berbagi buku

Berkunjung antar TBM kurang lengkap jika tidak saling berbagi ataupun bertukar buku. Menurut Nasyiatun Niswah berbagi buku ataupun bertukar buku merupakan suatu kekhassan apabila berkunjung ke TBM. Hal ini dilakukan agar bisa mereferensi dan membuat pembaca pada masing-masing TBM tidak jenuh melihat buku-buku yang setiap hari dipajangnya.

“Kami melakukan ini agar kami dapat mereferensi TBM dan juga agar pengunjung TBM tidak jenuh dengan koleksi buku yang setiap hari kami pajang,” katanya.

Gadis yang juga menjabat sebagai pengurus bidang manajemen forum TBM Banyumas ini, menjelaskan kegiatan semacam ini harus dijaga agar terjalin silaturrahmi yang baik antar TBM di Kabupaten Banyumas, selain itu ia juga mengatakan turut mendukung atas cita-cita TBM Banyumas yaitu sebagai Banyumas wisata TBM. “Hal ini kami lakukan agar terjalin silaturrahmi yang baik serta kami mendukung sepenuhnya Banyumas sebagai wisata TBM,” jelasnya.

Khusnul Khotimah juga mengatakan terimakasihnya dari tim Griya Baca Jelita yaitu Ibu Any Anggorowati beserta relawan atas diberikannya kesempatan untuk saling berbagi.
“Terimakasih banyak Griya Baca Jelita, semoga semakin sukses”, tutupnya seusai berbagi buku.

Penulis, Fajar Pujianto/ Pegiat Taman Baca Banyumas

To Top