Komunitas

HMI MPO Cabang Makassar Sukses Gelar Seminar Nasional, Hadirkan Komisioner KPI Pusat

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (MPO) Cabang Makassar sukses Mlmenggelar Seminar Nasional yang bertempat di Ruang Temu Alumni UH, Jumat (12/8/2022) lalu.

Kegiatan Seminar Nasional tersebut, merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Kajian Strategis dan Wacana HMI Cabang Makassar, yang bertemakan “Media Baru dan Ruang Demokrasi di Era Digital”.

Dalam kegiatan Seminar Nasional ini, hadir sebagai narasumber diantaranya Dr Aswar Hasan, Komisioner Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Edi Sumardi, Manager Sosial Media Tribun Timur, dan Dr Supratman, Kabag Humas Universitas Hasanuddin Makassar.

Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Ahmad Nurfajri mengatakan, seminar itu merupakan ruang untuk mendiseminasikan gagasan dan wacana tentang Media Baru. Seperti diketahui, media baru merupakan sebuah keniscayaan yang paling dekat dgn kesehariaan tapi sering kali dilupakan.

“Tak dapat dimungkiri, Media Baru turut mempengaruhi gaya dan perilaku hidup kita. Termasuk kehidupan publik dan berdemokrasi. Contohnya saja, cuitan di Twitter, unggahan di Facebook, foto di Instagram, dan pesan berantai di WhatsApp ikut membingkai pemahaman kita tentang kehidupan di ruang publik,” katanya.

Dirinya juga mengatakan, maka dengan sebab tersebut, kehadiran media baru merupakan hal utama dalam arus informasi, maka kejernihan di media barulah yang menentukan kualitas demokrasi di era digital.

“Oleh karena itu, kiwari Media Baru merupakan titik utama dalam arus informasi ini. Arkian, kejernihan Media Baru sangat menentukan kualitas demokrasi di Era Digital,” ujar Ahmad Nurfajri.

Sementara itu, Mahyudin, Kepala dinas Kominfo Kota Makassar, menyampaikan dalam sambutannya, peran media sosial dalam demokrasi mempunyai peran yang sangat besar, dimana media sosial merupakan suatu tempat untuk membentuk seseorang, maka ruang dalam bermedia sosial haruslah digunakan dalam hal-hal yang bijaksana.

“Media sosial dalam demokrasi  mempunyai peran yang sangat begitu besar. Maka oleh karenanya, media sosial merupakan ruang yang harus kita pergunakam dalam hal-hal yang bersifat produktif disertai dengan sikap kebijaksanaan,” ucap Mahyudin

Dirinya juga menjelaskan lebih lanjut, bahwa dengan begitu pentingnya media sosial dalam mewarnai demokrasi tersebut, maka literasi dalam bermedia sosial harus menggunakan literasi yang berbaur lokal  untuk memperlihatkan perbedaan dengan bijak.

“Literasi dalam bermedia sosial harus menggunakan literasi lokal. Yaitu, Sipakatau (saling menghargai), sipakalebbi (saling memuliakan), sipakainge (saling mengingatkan). Sehinggah, segala perbedaan kita bisa diperlihatkan tapi dengan cara yang bijak.
Maka dengan demikian, Slsaya mengharapankan kita semua, dalam bermedia sosial dengan bijak, akan memberikan perkembangan kota Makassar menjadi lebih baik,” lanjut mahyudin

Dr Supratman dalam penjelasannya menjabarkan, kisah awal diaktifkannya media baru, serta menyampaikan dampak politik dalam awal mula media baru, dan media menjadi sarana untuk menyebarkan hal-hal yang positif.

“Awal di aktifkannya media baru sekitar pada tahun 2007, ketika mengawal pencalonan presiden Obama. Sosial media (Facebook) pada saat Sebagai alat nomor satu di Amerika sebagai alat untuk memilih.

Maka dengan hal demikian, media sosial ternyata membuktikan bahwa bisa menentukan dalam pemilihan politik. Seperti contoh efek dari media baru  dalam mengawal demokrasi yaitu; Revolusi melati, menjadi efek yang begitu besar dan tak terhentikan dan menjdi gerakan demokrasi di Tunisia. Maka dari fenomena- fenomena itulah sehingga skrng bnyak orang menyebutnya dengan istilah era post truth.

Serta sosial media bisa pula menjadi alat untuk menyampaikan hal positif dalam berdemokrasi,  serta media masa juga bisa menjdi alat kampanye hoaks. Arkian, media sosial adalah alat yg seharusnya kita yang mengontrol bukan kita yg menjdi budak dalam media sosial sehingga apa yang ada di dalam medsos kita bisa menanggapi dengan bijak,” ujar Supratman

Sementara itu, Edi Sumardi dalam penjelasannya, menjabarkan, mengenai statisik data pengguna media sosial, tujuan sebagian besar dalam bermedia sosial, dan fenomenal media sosial dalam memunculkan efek tokoh-tokoh baru.

“Pengguna internet 4,9 milyar, atau 62 persen penduduk adalah penggunaan internet. Secara global. Tujuan dari kebanyakan orang bermedia diantaranya; untuk menemukan informasi, menemukan inspirasi, terhubung dengan keluarga dan teman, mengikuti kabar terbaru, untuk bertemu dengan orang baru, dan bermain game. Serta tak jarang, media sosial bisa memunculkan tokoh-tokoh baru. Sekarang Yang dianggap sebagai tokoh adalah mereka yang punya follower yang palingan banyak. Maka tak aneh jika Media sosial dijadikan sebagai alur kemenangan dalam pentas politik,” ungkap Sumardi

Sementara itu, Dr Aswar Hasan dalam penjelasannya, lebih menjabarkan terkait perihal efek dari kekuataan kehadiran media baru.

“Generasi media baru dan internet perlu di pelajari oleh anak muda sekarang ini. Sebab, kalau dulu demokrasi diredup melalu kekuatan bersenjatakan kemiliteran. Sekarang demokrasi di redup dengan cara demokrasi itu sendiri. Salah satu Alat untuk menghancurkan demokrasi adalah kehadiran media baru itu sendiri,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); });