Komunitas

LSKP kembali Gelar Women’s Inspire Edisi 8, Bahas Penguatan Kaderisasi Perempuan dalam Partai Politik

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) didukung oleh  Women’s Democracy Network dan International Republican Institute dan kerjasama dengan Kaukus Perempuan Sulawesi Selatan serta Kaukus Perempuan Politik Sulawesi Selatan melaksanakan Women’s Inspire.

Women’s Inspire Edisi #8 dimulai pada pukul 16.00 WITA dipandu oleh Andi Nurul Annisa Yudha sebagai host dan menghadirkan narasumber yakni Andi Syahruni Aryanti, S.P selaku Sekretaris Diklat DPW NasDem Sulsel.

Women’s Inspire Edisi #8 mengangkat tema “Penguatan Kaderisasi Perempuan Dalam Parpol”. Women’s Inspire dilaksanakan secara virtual melalui live streaming di Instagram Lskp.id. Serta, diikuti dan ditonton oleh followers LSKP dan followers dari Andi Syahruni Aryanti, S.P. Selasa 27 Juli 2021.

Andi Nurul Annisa Yudha selaku host membuka bahasan dialog dengan perkenalan Women’s Inspire, pemaparan profil narasumber dan dialog interaktif bersama narasumber.

Diawal sesi Syahruni sedikit menjelaskan tentang aktivitas sebagai Sekretaris Diklat DPW NasDem Sulsel, Syahruni juga menyebutkan motto hidupnya yaitu menjadi diri sendiri.

“Keterwakilan perempuan dalam tataran politik sangat dibutuhkan, dalam pengambilan kebijakan yang ramah dan sensitif terhadap perempuan dibutuhkan kehadiran perempuan, karena tanpa keterwakilan perempuan dalam partai politik maka cenderung kepentingan laki-laki sering diutamakan dibanding kepentingan perempuan, itulah mengapa perempuan harus terlibat dalam tataran politik,” ujar Syahruni kepada sahabat publik.

Syahruni menjelaskan bahwa Partai NasDem tidak pernah menutup ruang untuk perempuan dalam terlibat aktif pada setiap kegiatan partai, baik laki-laki maupun perempuan mendapat ruang yang sama.

Syahruni menjelaskan awal mulai masuk partai Nasdem pada tahun 2013, namun tidak langsung bergabung dengan struktur inti dalam partai politik, Syahruni mengawali karirnya dengan bergabung pada sayap partai yaitu Garnita dan menjabat sebagai Sekertaris Garnita.

“Kalau tantangan-tantangan pasti selalu ada, tidak hanya di partai politik, bagaimana kita mampu menempatkan diri kita di partai politik akan selalu ada orang baru dan bagaimana cara kita berdamai dengan anggota-anggota baru,” ungkap Syahruni.

Syahruni mengatakan bahwa setiap partai memiliki masalah dan memiliki cara masing-masing dalam menyelesaikan permasalahan yang ada, namun selalu ada jalan keluar melalui diskusi yang dilakukan.

“Hambatan-hambatan yang bisa terjadi itu ada banyak, misalnya pada saat pencalonan, kita selalu berpikir bahwa perempuan akan ditempatkan diposisi yang tidak strategis, kita harus memulai dengan memiliki kemampuan berkomunikasi dengan teman-teman dipartai, karena jika kita tidak memiliki kemampuan berkomunikasi maka itu adalah tantangan terberat,” ujar Syahruni.

Syahruni menutup dialog Women’s Inspire dengan harapan bahwa anak muda dan perempuan dapat terlibat aktif dalam partai politik, Syahruni juga mengatakan politik adalah dunia perjuangan, Syahruni juga berharap sebelum terjun ke dunia politik terlebih dahulu harus memahami tujuan bergabung ke partai politik, salah satu upaya perjuangan juga melalui argumen memperjuangkan apa yang harus diperjuangkan, berpolitik juga tidak harus menjadi caleg, ada beberapa jalan lain, namun diharapkan agar tidak apatis.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top