Opini

Bontonompo Kecamatan Seribu Lubang

Oleh : Muh. Ilham Syah*

OPINI, EDUNEWS.ID-Judul di atas sekiranya sangat pas disematkan sebagai ikon Kecamatan Bontonompo. Bukan tanpa alasan jika melihat keadaan jalan di kecamatan tersebut yang sangat memprihatinkan terkhususnya jalan poros di Desa Bontobiraeng Selatan menuju pasar Rappokaleleng, Kelurahan Tamallayang. Kondisi jalanan di sepanjang wilayah tersebut dipenuhi dengan lubang-lubang yang berukuran besar. Tercatat jalan yang menghubungkan beberapa desa tersebut sudah hampir puluhan tahun terbengkalai tanpa perbaikan, bahkan dimulai sejak awal pemerintahan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo. Kerusakan terparah terjadi pada tahun ini, di mana kondisi jalan sudah sepenuhnya rusak sampai melebar ke badan jalan, ditambah saat musim penghujan datang membuat jalanan sepanjang tiga kilo meter tersebut tergenang air, hal ini dapat mengancam keselamatan pengendara, bahkan tercatat sudah banyak orang yang menjadi korban.

Kondisi Jalan jalan poros di Kelurahan Tamallayang.

Kondisi Jalan jalan poros di Kelurahan Tamallayang.

Dalam hal ini dilihat dari aspek hukum pihak pemerintah Kabupten Gowa selaku dinas terkait telah bersinggungan dengan Pasal 273 UU No. 22 Tahhun 2009 yang menyebutkan setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan kendaraan dipidana kurungan paling lama enam bulan atau denda maksimal Rp. 12 juta. Kemudian apabila mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana kurungan maksimal satu tahun atau denda paling banyak Rp. 24 juta. Jika korban meninggal dunia, dapat dipidana penjara hingga lima tahun atau denda paling banyak Rp. 120 juta. Sementara, jika penyelenggaran jalan tidak memberi tanda atau rambu pada jalan rusak dan belum diperbaiki dapat dipidana kurungan penjara hingga enam bulan atau denda bayar maksimal Rp. 1,5 juta.

Tidak cukup hanya dilihat dari aspek hukum, hal tersebut juga dapat ditinjau dari kacamata sosiologis akibat dampak jalan rusak yang menghubungkan Desa Bontobiraeng Selatan dan beberapa desa lainnya dengan pusat ibu kota Kecamatan di mana jarak jalan tersebut kurang lebih tiga kilometer. Dampak dari rusaknya jalan tersebut sangatlah kompleks. Dikarenakan terganggunya akses menuju sarana-sarana publik yang sifatnya urgen, seperti sekolah, puskesmas, pusat perbelanjaan, SPBU, kantor kecamatan, KUA, dan lain-lain sebagainya.

Dengan mempertingkan aspek di atas, maka dengan ini penulis berharap kepada semua pihak yang berwenang terkhusus pemerintah Kabupaten Gowa untuk segera memperbaiki jalan rusak  di Kecamatan Bontonompo karena dianggap telah meresahkan dan merugikan masyarakat luas. Sehingga hal ini dipandang wajar akan adanya tuntutan masyarakat mengenai perbaikan fasilitas publik karena sejalan dengan pembayaran pajak yang diberikan masyarakat kepada negara.

*Muh. Ilham Syah. Pemuda Bontonompo

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); });