Opini

Ilmu dan Humaniora

Teguh Esa Bangsawan DJ, S.Hum

Oleh :Teguh Esa Bangsawan DJ, S.Hum*

OPINI, EDUNEWS.ID-Sering kali kita mendengar kata Humaniora tetapi secara singkat apakah kaitannya ilmu dan humaniora? Tentunnya sangat berkaitan satu sama lain apalagi membahas tentang sejarah-sejarah Islam, kebudayaan-kebudayan yang termasuk dalam unsur-unsur Islam, karena budaya (budi leluhur) merupakan peninggalan-peninggalan para leluhur atau nenek moyang yang harus dijaga dan dilestarikan.

Ini sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang untuk bisa berkarya dalam kedua disiplin ilmu. Khususnya dalam wujud pengabdian yang bersifat kemanusiaan , dan mampu mentransformasikan ilmunya dalam kehidupan masyarakat.

Humaniora (ilmu budaya)
Menurut Elwood mendefinisikan “humaniora” merupakan seperangkat sikap dan perilaku moral manusia terdapat sesamanya. (Elwood 1975). Penulis percaya bahwa manusia adalah makhluk yang mempunyai kedudukan Amung (unique) didalam ekosistem, juga sangat tergantung pada ekosisitem bahkan merupakan bagiannya.

Maka dari itu penulis ingin berpaling ke arah pengertian humaniora yang menurutnya mampu memperluas hubungan mendatar dengan secara tersirat, hubungan manusia kepada sang khalik-nya (relasi diri dengan Tuhan, dengan sesamanya (relasi diri dengan orang lain), dan dengan alam baik makhluk hidup maupun benda-benda mati.

Ilmu
Ilmu dalam tulisan ini bisa diartikan sebagai semua pengetahuan yang berdasar pada metode-metode keilmuan. Pengetahuan yang didapatkan ataupun diperoleh sebagai hasil penyimpul-khasan (deduksi) dan penyalihan (verifikasi/validasi). Yang terus-menerus tak kunjung usai (kemeny, 1959).

Teori deduksi, induksi ,verifikasi fakta ini sangat memiliki peran penting dalam keilmuan karena Teori ini memiliki gagasan dan konsep sehingga memudahkan kita untuk mendapatkan pemahaman dari konsep tersebut. Selalu berupaya melakukan pengamatan yang didasari dengan percobaan sehingga data tersebut nyata (faktual).

Kebenaran (Humaniora)
Merupakan perilaku moral yang dikemukakan oleh Elwood untuk humaniora boleh kita artikan sebagai nilai-nilai dasar yang harus dijunjung tinggi oleh masyarakat manusia yang beradab.

Makna kebenaran itu sendiri tidaklah mutlak bisa saja melalui banyaknya tanggapan -tanggapan yang menurut mereka sangat bertentangan khususnya dalam segi pemahaman terkait kebenaran, dan kebenaran tidaklah samad (abadi) ataupun kekal, melainkan hanya bersifat nisbi(relatif), sementara (tentatif).

Dan hanya merupakan pendekatan-pendekatan yang dapat mempermudah untuk mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.

 

*Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Sejarah Pascasarjana Unhas dan Ilmu Filsafat Pascasarjana Universitas Indonesia

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com