Hukum

Presiden Panggil Kapolri Terkait Novel Baswedan

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Presiden akan memang­gil Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian untuk menanyakan perkembangan kasus penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

“Sebelum memutuskan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF), Presiden ingin mendengarkan laporan progres penyelidikan oleh Kapolri,” kata Juru bicara kepresidenan, Johan Budi, di kompleks Istana Negara, kemarin (1/3/2018).

Menurut Johan, Jokowi meminta Tito tak hanya mencari pelaku penyerangan, tapi juga menemukan pelaku utama atau perancang kejahatan. “Penegak hukum, siapa pun ya, tidak hanya Novel, dalam melak­sanakan tugas wewenangnya, apalagi dalam memberantas korupsi, tidak boleh mengalami teror atau intimidasi,” ujar dia.

Dua orang tak dikenal menyiram Novel dengan air keras seusai salat subuh, 11 April 2017. Beberapa orang lainnya diduga sempat menguntit dan mengawasi Novel serta keluarganya sekitar dua bulan sebe­lum penyerangan.

Namun tim gabungan Kepolisian Daerah Metro Jaya belum juga memberi tanda perkembangan dalam penanganan kasus peny­erangan terhadap Novel hingga hari ke-323.

Kepolisian selalu berdalih kesulitan mengungkap penyerangan yang dilakukan di hadapan banyak saksi tersebut. Kejanggalan justru lebih sering mengiringi proses penyelidikan dan penyidikan oleh kepolisian. Salah satunya mengenai dugaan upaya penghilangan barang bukti, yaitu sidik jari di cangkir wadah air keras.

Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono mengklaim, lembaganya masih sanggup menuntaskan kasus penyerangan itu. Menurut dia, penyidik masih bekerja keras mengumpulkan sejumlah informasi dan petunjuk tentang para pelaku.

“Belum perlu membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF). Kami masih terus bekerja, bahkan sudah bekerja sama dengan penyidik KPK. Kami sudah melakukan pertemuan dari awal sampai akhir,” kata dia.

Adapun Novel Baswedan menyatakan siap menjalani pemeriksaan tambahan seusai operasi besar tahap kedua yang diperkirakan akan ia jalani pada akhir Maret mendatang. Meski begitu, sebagai pribadi, dia tak yakin polisi akan menuntaskan kasus tersebut.

Dia menilai, tuduhan kepadanya bahwa ia tak kooperatif dalam pemeriksaan oleh kepolisian sangat tak tepat. “Kami dan penyidik Polda sudah berbincang lama di rumah Novel, terkait dengan penyerangan terhadap saya,” ucap Novel.

To Top