Ekonomi

IHSG “Kebakaran” ke Level 6.700 Usai Rebalancing MSCI Depak 18 Saham Indonesia

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pasar modal Indonesia dikejutkan dengan tekanan hebat pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (13/5/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjerembab ke zona merah, terseret sentimen negatif pasca pengumuman rebalancing indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Mengutip data RTI, pada pukul 09.09 WIB, IHSG berada di level 6.760,56. Angka ini menunjukkan penurunan tajam sebesar 1,43 persen atau setara 98,32 poin. Sepanjang pagi ini, indeks bergerak di rentang terendah 6.741,60 hingga posisi tertinggi di 6.787,34.

Volume transaksi di awal sesi tercatat mencapai 10,34 miliar lembar saham dengan nilai transaksi menembus Rp 2,95 triliun. Sebanyak 324 saham terpantau melemah, 202 saham menguat, dan 171 saham bergerak stagnan.

Efek Rebalancing MSCI

Tekanan jual masif ini dipicu oleh rilis hasil rebalancing terbaru MSCI yang akan berlaku efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026 mendatang. Dalam laporan tersebut, MSCI melakukan perombakan besar-besaran yang kurang menguntungkan bagi emiten domestik.

Tercatat sebanyak 18 saham Indonesia didepak dari indeks MSCI. Mirisnya, tidak ada satu pun saham baru dari Indonesia yang masuk ke dalam daftar MSCI Global Standard Index pada periode kali ini.

Beberapa saham dengan kapitalisasi pasar besar (big caps) yang resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index meliputi:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

Sementara itu, emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) harus rela “turun kasta” dari MSCI Global Standard Index masuk ke kategori MSCI Global Small Cap Index.

Eksodus Saham dari Small Cap Index

Tidak hanya di kelas standar, perombakan juga terjadi di kategori MSCI Global Small Cap Index. Sebanyak 13 saham domestik dikeluarkan dari indeks ini, termasuk nama-nama populer seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), hingga PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Langkah MSCI ini memberikan tekanan psikologis bagi investor, mengingat indeks MSCI sering menjadi acuan bagi manajer investasi global dalam mengalokasikan portofolio mereka. Keluar dari indeks global berpotensi memicu aliran modal keluar (capital outflow) dari bursa domestik.

Sebagai perbandingan, di tengah kejatuhan IHSG, bursa Asia lainnya bergerak variatif. Hang Seng menguat tipis 0,01% dan Nikkei naik 0,37%, sementara Shanghai Composite Index melemah tipis 0,07%.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com