Ekonomi

Imbas Perang Rusia, 276 Juta Warga Global Alami Krisis Pangan!

Ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut tensi geopolitik Rusia-Ukraina telah meningkatkan risiko krisis pangan secara global. Ini tercermin dari naiknya jumlah penduduk global yang masuk dalam kategori rawan pangan dari semula 135 juta menjadi 276 juta orang.

“Jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan akut meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2009 semula 135 juta (orang) menjadi 276 juta orang. Ada urgensi di mana krisis pangan harus ditangani,” tuturnya dalam pembukaan 3rd Financial Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG), Jumat (15/7/2022).

Ia mengatakan, lonjakan harga pangan yang telah terjadi beberapa waktu terakhir telah diperburuk akibat sanksi pembatasan ekspor kepada Rusia. Ini menunjukkan bahwa fakta pandemi Covid-19 dan ketegangan geopolitik telah mendorong harga pangan ke level tertinggi.

Melalui forum G-20, Menkeu berharap akan mendapatkan rumusan kebijakan dan mekanisme pembiayaan untuk mengatasi masalah krisis pangan global dan mendorong harga pangan kembali stabil. Langkah cepat diperlukan untuk menyelamatkan hidup dan memperkuat stabilitas keuangan dan sosial.

“Kebijakan ekonomi makro yang baik juga menjadi fundamental penting untuk menyelamatkan nyawa dan memperkuat stabilitas keuangan dan sosial dan mengendalikan harga komoditas,” ucapnya.

Baca Juga :   Faisal Basri di Sidang Sengketa Pilpres MK  : Airlangga-Bahlil Paling Vulgar Politisasi Bansos
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com