Internasional

Puluhan Orang di Eropa Tewas Akibat Gelombang Dingin

 

 

LONDON, EDUNEWS.ID – Cuaca dingin dan membekukan terus menenerjang sebagian besar benua Eropa. Tak kurang dari 50 orang diberitakan tewas di berba­gai penjuru benua ini. Banyak di antaranya tewas disergap cuaca dingin saat mereka tidur nyenyak.

Di London, seorang pria ditemu­kan meninggal di sebuah danau yang membeku. Di Belanda, se­orang pria 75 tahun tewas akibat jatuh membentur es saat melaku­kan seluncur es, dan dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Korban tewas antara lain 18 orang di Polandia, enam di Re­publik Ceko, lima di Lithuania, masing-masing empat di Prancis dan Slowakia, masing-masing dua di Italia, Serbia, Rumania dan Slo­venia dan satu di Spanyol. Banyak sekolah ditutup di beberapa bagian Inggris, Italia dan Portugal.

Di Skotlandia, bandara in­ternasional Glasgow terpaksa ditutup sejak kemarin sampai sampai Kamis pagi (1/3/2018). “Ini adalah situasi yang sangat sulit, namun semua yang mungkin telah dilakukan,” kata pemimpin Skotlandia Nicola Sturgeon di akun Twitter.

Gelombang dingin diperkirakan akan berlanjut diIrlandia sampai Prancis Selatan. Pemerintah setempat mengeluarkan peringatan siaga tertinggi. Terutama warga tunawisma sering jadi korban. Banyak kota di Eropa membuka tempat penampungan darurat untuk para tunawisma agar bisa tidur ditempat yang hangat.

Di Jerman, organsiasi bantuan mendesak agar tempat penam­pungan dibuka juga siang hari dan tidak hanya di malam hari. “Anda juga bisa mati dalam keadaan dingin di siang hari,” kata ketua asosiasi bantuan tu­nawisma Werena Rosenke.

Pihak berwenang mendesak warga untuk memperhatikan kerabat dan tetangga yang lanjut usia, setelah seorang perempuan Prancis berusia 90-an ditemukan beku di luar rumah jomponya. Tapi terlepas dari bahayanya, banyak warga Eropa yang menikmati cuaca yang mem­bekukan itu.

Berbagai kegiatan rekreasi, hiburan dan olahraga musim dingin langsung marak di seluruh Eropa. Resor tepi pantai di selatan Prancis dan utara Spanyol -yang dalam cuaca paling rendah di musim dingin pun, biasanya suhu masih jauh di atas titik beku -terjadi hujan salju yang langka.

Tempat-tempat seperti San Sebastián di Spanyol menga­lami hujan salju lebat di pantai, sementara Catalunya memperingatkan warga agar sebisa mung­kin tak usah mengemudi. Sergapan udara dingin menye­bar jauh ke selatan hinga Laut Tengah.

Roma mengalami hujan salju pertama dalam enam tahun pada Senin lalu, dan Irlandia mengalami hujan salju paling lebat dalam beberapa dasawarsa. Suhu serendah -30C tercatat di sebuah puncak pegunungan di Jerman.

Pada hari Selasa (27/2/2018), salju terlihat di lokasi kota kuno Pompeii, dekat Napoli di Italia selatan -padahal biasanya di sana suhu rata-rata bulan Feb­ruari adalah 6-14C.

Layanan Meteorologi Nasional Irlandia Rabu malam (28/2/2018) mengeluarkan peringatan cuaca tertinggi untuk seluruh negara sampai Jumat sore, dan menasi­hati orang untuk “mengambil tindakan melindungi diri dan/ atau propertinya. Gelombang dingin baru akan mereda di beberapa tempat akhir pekan ini.

To Top