MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Memilih jurusan kuliah seringkali menjadi keputusan besar dalam hidup. Namun, tidak jarang mahasiswa justru merasa menyesal dengan pilihan jurusannya setelah terjun ke dunia kerja. Sebuah survei terbaru dari ZipRecruiter mengungkap realitas pahit yang dihadapi banyak lulusan universitas saat ini.
Survei yang melibatkan 1.500 lulusan universitas yang sedang mencari kerja ini menyoroti kesenjangan antara ekspektasi selama masa studi dengan kenyataan penghasilan di industri terkait.
Sinem Buber, Ekonom ZipRecruiter, menjelaskan bahwa dinamika ini wajar terjadi. Selama kuliah, mahasiswa mungkin sangat tertarik dengan bidang yang mereka pelajari. Namun, realitas ekonomi berubah total saat mereka lulus.
“Saat kita lulus, kenyataan akan datang. Saat Anda hampir tidak bisa membayar tagihan Anda, gaji Anda mungkin menjadi lebih penting,” ujar Buber, sebagaimana dikutip dari CNBC Internasional, Sabtu (13/6/2026).
Daftar 10 Jurusan Kuliah Paling Disesali
Berdasarkan data survei tersebut, berikut adalah urutan jurusan kuliah yang paling banyak disesali oleh lulusannya:
-
Jurnalisme (87%)
-
Sosiologi (72%)
-
Seni (72%)
-
Komunikasi (64%)
-
Pendidikan (61%)
-
Manajemen Marketing + Riset (60%)
-
Pendamping Medis (56%)
-
Ilmu Politik dan Pemerintahan (56%)
-
Biologi (52%)
-
Sastra Inggris (52%)
Menakar Realitas di Balik Data
Tingginya angka penyesalan pada jurusan seperti Jurnalisme, Komunikasi, dan Ilmu Politik yang mendominasi daftar teratas seringkali berkaitan dengan kompetisi pasar tenaga kerja yang ketat dan standar penggajian yang fluktuatif di awal karier.
Sebagai mahasiswa dan praktisi media, kita bisa melihat bahwa data ini bukan berarti bidang-bidang tersebut tidak berguna. Sebaliknya, ini menjadi tantangan bagi institusi pendidikan dan mahasiswa itu sendiri untuk tidak hanya mengandalkan “ijazah” saja. Di era digital saat ini, lulusan jurusan-jurusan tersebut dituntut untuk memiliki skill tambahan yang lebih adaptif, seperti literasi data, digital marketing, atau manajemen konten yang lebih strategis.
Data ini adalah alarm bagi calon mahasiswa untuk lebih matang dalam memetakan career path sejak dini. Pendidikan bukan hanya soal apa yang kita pelajari, tetapi bagaimana kita mengonversi ilmu tersebut menjadi nilai tambah di industri yang terus berubah. (*)
