DAERAH

Punyai Sejarah hingga Bisa jadi Cagar Budaya, Pemkot Makassar Sayangkan Pemprov Sulsel Bongkar Stadion Mattoangin

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto dalam Webinar Kemasyarakatan bertajuk 'Mattoangin Nasibmu Kini' yang diselenggarakan oleh Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Sulsel, Sabtu (20/3/2021).

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Pemerintah Kota Makassar menyayangkan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang telah merobohkan Stadion Mattoangin. Pasalnya stadion tersebut mempunyai sejarah bagi warga Makassar sehingga bisa digolongkan sebagai bangunan yang mempunyai nilai budaya.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, dalam Webinar Kemasyarakatan bertajuk ‘Mattoangin Nasibmu Kini’, yang diselenggarakan oleh Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Sulsel, Sabtu (20/3/2021).

“Saya kira kita sepakat Stadion Mattoangin ini adalah legenda kita. Sebenarnya dalam peraturan pemerintah soal bangunan yang dilindungi Stadion Mattoangin ini sudah bisa digolongkan bangunan yang dilindungi, kenapa? banyak peristiwa-peristiwa bersejarah di situ, PON (Pekan Olahraga Nasional), yang kedua Piala Asia. Saya kira dua cerita ini memberikan kita sebuah tanda bahwa Stadion Mattoangin mestinya kita harus lindungi menjadi suaka budaya, cuman sayangnya memang sekarang sudah dibongkar,” kata Danny Pomanto.

Diketahui pembangunan ulang Stadion Mattoangin diinisiasi oleh Pemprov Sulsel.

Keterangan : Stadion Mattoangin Makassar saat bongkar oleh alat berat (foto : tempo)

Selain itu, dirinya juga menceritakan kenangan bersama bangunan Stadion kebanggan Makassar itu.

“Saya yang paling bersyukur, saya punya ikatan moral dan punya sejarah atau hostorikal dengan Stadion Mattoangin. Dulu sejak tahun 2000-an pada saat kita tuan rumah piala asia, pada perempat final, kebetulan sayalah yang merubah Stadion Mattoangin, hingga mampu lolos dalam persyaratan menjadi pertandingan internasioanal. Termasuk secara standar-standar yang disyaratkan AFC waktu itu. Keberulan saya menjadi konsultan, dan kami terlibat langsung dalam waktu 45 hari, kita bisa menjadi tuan rumah dan bisa menjadi sejarah yang luar biasa,” ungkapnya.

Dalam Webinar tersebut, juga menghadirkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Arwin Aziz, Legenda PSM, Syamsuddin Umar, Komandan Laskar Ayam Jantan, Daeng Uki serta dipandu oleh, Ketua PKS Sulsel, Ariady Arsal.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top