EDUNEWS

Dosen UNAIR Jadi Orang RI Pertama Raih Golden Squirrel Tail di Belanda

Dewi Meyrasyawati SS MA M Hum

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Dewi Meyrasyawati SS MA M Hum adalah orang Indonesia pertama yang berhasil meraih penghargaan Golden Squirrel Tail dari Vrije Universiteit Amsterdam Belanda.

Dosen Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Airlangga (UNAIR) itu tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan ini. Pasalnya, penerima penghargaan sebelumnya adalah staf lokal dari Belanda.

Golden Squirrel Tail merupakan penghargaan tahunan dari Department of Social and Cultural Anthropology, Vrije Universiteit Amsterdam. Departemen yang juga tempat Dewi menempuh pendidikan doktoral menilai Dewi telah memberikan kontribusi besar terhadap departemen.

Banyak staf dari departemennya yang menilai Dewi adalah sosok pekerja keras. Salah satunya yakni Research Manager Department of Social and Cultural Anthropology Dr Marina de Regt.

Dr Marina melihat Dewi sebagai perempuan pekerja keras. Hampir setiap hari Dewi selalu pergi ke kampus.

“Mungkin menurut para board, hal itu menjadi etos kerja yang luar biasa. Terutama bagi perempuan,” ungkap Dewi dalam keterangan resminya, Kamis (21/4/2022).

Selain menempuh pendidikan S3, dosen UNAIR yang sudah mengajar sejak 2022 itu harus membagi fokus untuk keluarganya. Dewi tinggal bersama dua anaknya di Belanda, sementara suaminya menetap di Indonesia bersama seorang anak mereka yang lain.

Meski disibukan dengan kegiatan akademis dan keluarga, Dewi tetap menjunjung tinggi nilai ke-Indonesia-an yaitu ramah tamah.

“Sempat salah seorang supervisor saya datang di Indonesia untuk ikut field work riset saya mengenai Perempuan Berhijab. Budaya kita [Indonesia] kalau ada tamu pasti disambut dengan baik. Beliau kemudian senang dengan keramahtamahan tersebut dan menjadi penilaian positif tersendiri baginya,” papar Dewi.

Dewi ini juga beberapa kali terlibat dalam penyelesaian masalah di departemen. Seperti perbedaan perspektif dalam menanggapi isu rasisme warna kulit, misalnya. Melalui forum deep democracy (permusyawaratan), Dewi menyampaikan pentingnya kembali bersatu dan tidak terpecah belah.

“Karena, sejak awal mereka menyambut baik kedatangan saya. Jangan sampai perbedaan perspektif tersebut merubah kesan baik saya terhadap mereka. Untuk itu, saya selalu menegaskan bahwa kami ini keluarga yang tidak boleh terpecah,” ujar alumni S1 Sastra Inggris UNAIR tersebut.

Tekun, gigih, dan ramah, inilah yang mengantarkan Dewi sebagai orang Indonesia pertama penerima Golden Squirrel Tail.

sumber : detikedu

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com