SEKOLAH

Jadi Favorit, Pemkab Muna Fokus Perhatikan SMK Kelautan dan Perikanan

MUNA, EDUNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara menitikberatkan perhatian pada sekolah menegah kejuruan (SMK) Kelautan dan Perikanan yang merupakan satu-satunya sekolah kejuruan yang kini banyak digemari siswa di daerah itu.

Bupati Muna, LM Rusman Emba di Kendari mengatakan, dukungan pemerintah untuk memajukan sekolah kejuruan di Muna, maka mulai tahun anggaran 2017 telah mengalokasikan melalui APBD senilai Rp20 miliar.

“Anggara sebesar itu khusus untuk sekolah kejuruan Perikanan dan Kelautan, disamping sekolah lain yang ada di wilayah kabupaten Muna,” ujarnya, Selasa (2/1/2017).

Mantan anggoat DPD RI itu mengatakan, bantuan anggaran terhadap sekolah kejuruan perikanan dan kelautan itu karena dinilai memiliki prospek yang cukup baik dalam memajukan dunia pendidikan bagi masa depan bangsa khususnya masyarakat di wilayah kabupaten Muna maupun dari siswa yang ada di Kabupaten Muna Barat.

Munurut Rusman, selain perhatian pemerintah terhadap sekolah kejuruan, Pemkab Muna juga akan menganggarkan rehabilitasi jalan yang menghubungkan arena dayung Kota Raha menuju Bonea Kecamatan Lasalepa pesisir pantai dengan anggaran Rp100 miliar.

Sebelumnya, kepala SMK Kelautan dan Perikanan Muna, La Halisi mengtakan menyambut gembira terhadap program Bupati Muna dan wakilnya Malik Ditu terhadap bidang pendidikan di Kabupaten Muna.

Ia mnegatakan, dalam kurun waktu 20 tahun terakhir alumni anak didik di SMK Kelautan dan Perikanan Muna sekitar 75 persen telah bekerja di sejumlah kapal perusahaan asing dan sisanya bekerja pada lapangan kerja lainnya yang disediakan pemerintah.

“Alumni kami, bukan hanya berasal dari Muna dan Muna Barat, namun ada juga dari luar daerag seperti Ambon, Makassar, Palu dan Mamuju. Dan begitu mereka tamat langsung dikontrak dengan gaji yang cukup besar,” kata Halisi.

Ia berharap, dengan bantuan dana Pemkab Muna 2017, penambahan kelas dan ruang praktek serta sarana pendukung belajar lainnya bisa diwujudkan.

Jumlah siswanya kini mencapai 358 orang dengan tenaga pengajar 38 orang, dan 18 guru diantaranya berstatus PNS dan sisanya masih sebagai guru honorer.

To Top