News

Vaksin Asal China Tersertifikasi Halal, BPOM : Tersedia 10 Juta Dosis

Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd, yang berada di Beijing, China, 11 April 2020 (Foto ANTARA Xinhua/Zhang Yuwei/pras)

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Vaksin calon vaksin besutan pabrik farmasi asal China Sinopharm akhirnya resmi kantongi sertifikat halal. Vaksin covid asal China ini telah bekerjasama dengan Bio Farma dan Group 42 asal Uni Emirat Arab (UEA) ini rencananya akan siap pada pertengahan tahun 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lewat siaran pers di Istana Negara. Disebutkan bahwa kandidat vaksin covid asal China yang sudah dipesan Indonesia sebanyak 10 juta dosis ini juga telah mengantongi izin penggunaan darurat atau ’emergency use authorization’ dari regulator pengawas obat China.

“Sejak Juli 2020 sudah mendapatkan izin penggunaan emergency dari National Medicine Product Administration, berdasarkan hasil uji klinis fase 1 dan 2. Dan telah mendapat sertifikat halal,” ujar Kepala BPOM Penny Lukito dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Selasa 1 September 2020, seperti dilansir dari laman Suara.

Setelah vaksin covid asal China, regulator pengawas obat di Uni Emirat Arab akan menyusul memberikan izin penggunaan darurat pada Oktober mendatang. Izin yang diberikan oleh UEA juga akan mempertimbangkan uji klinis tahap ketiga yang sudah dijalankan saat ini.

Penny menjelaskan, pasokan vaksin versi Bio Farma Sinopharm G24 ini akan tersedia di Indonesia sebanyak 10 juta dosis hingga akhir 2020.

Angka ini sudah disepakati dalam kunjungan bersama antara Menteri BUMN Erick Thohir dan Menlu Retno Marsudi ke UEA beberapa waktu lalu.

BPOM juga mengaku sudah bertemu dengan Kementerian Kesehatan UEA untuk membicarakan mengenai rencana produksi vaksin Covid-19 tersebut. BPOM pun telah mengunjungi langsung pusat uji klinis vaksin di Abu Dhabi National Exhibition Center.

Uji klinis vaksin Covid-19 tahap ketiga di UEA akan diikuti oleh 22.000 relawan dari berbagai kewarganegaraan. Seperti diketahui, UEA dihuni oleh masyarakat dari 119 negara. Banyaknya kebangsaan yang mengikuti uji klinis ini, menurut Penny, menambah kevalidan dari produk vaksin Covid-19 yang akan diproduksi.

“Keragaman populasi ini akan berikan uji klinis yang valid. Kami melihat uji klinis ini dilakukan dengan validitas yang sangat terjaga,” kata Penny. (int/Hop)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top